Anggy Umbara Sulit Berhenti Tertawa Saat Garap "5 Cowok Jagoan"

Kompas.com - 28/11/2017, 17:39 WIB
Anggy Umbara (jongkok) bersama para pemain film 5 Cowok Jagoan. MVP PicturesAnggy Umbara (jongkok) bersama para pemain film 5 Cowok Jagoan.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Film laga-komedi 5 Cowok Jagoan produksi MVP Pictures segera menyapa pecinta film Tanah Air pada 14 Desember mendatang.

Film besutan sutradara Anggy Umbara itu menampilkan aksi dari Dedy (Dwi Sasono), Yanto (Ario Bayu), Lilo (Muhakdly Acho), Danu (Arifin Putra) dan Reva (Cornelio Sunny) yang berusaha menyelamatkan ilmuwan cantik bernama Dewi (Tika Bravani).

Menggabungkan lima aktor dalam satu film untuk pertama kalinya bukan hal mudah, khususnya bagi tiga aktor yang sama sekali belum pernah bermain film komedi. Hal tersebut diungkapkan oleh sutradara Anggy Umbara. ‎

"Memadukan lima pemain utama yang belum pernah satu project bareng itu tantangan tersulit, harus latihan fighting, belajar komedi, empat jam makeup, menghadapi bos zombie dan 50 zombie dalam satu frame," ujar Anggy dalam siaran pers yang dikirim MVP Pictures, Senin (28/11/2017).

Setiap pemain punya peranan masing-masing yang pastinya tidak akan kalah kocak ketika ditonton nanti di bioskop.

Baca juga : Anggy Umbara Masukkan Unsur Laga dalam Sekuel Insya Allah, Sah!

Film ini mengangkat kisah Yanto (Ario Bayu) yang berprofesi sebagai cleaning service harus menyelamatkan kekasihnya Dewi (Tika Bravani) yang diculik oleh segerombolan penjahat. Yanto mengumpulkan kawan-kawan masa kecilnya dan berusaha menyelamatkan sang kekasih.

"Ini film action comedy zombie pertama di Indonesia. Kalau action zombie yang horor dulu ada, namanya Kampung Zombie. Tapi ini full action, beneran berantem dan komedi situasi yang lucu. Karena ini pertama kalinya di Indonesia pastinya tantangannya tinggi sekali. Dari segi teknis, cara membuat zombie-zombienya, karakternya harus keluar, ada fokus dan kedalaman sendiri yang nggak boleh salah," ujar sutradara berusia 35 tahun ini.

Menggarap sebuah film laga komedi di Indonesia, lanjut Anggy, butuh ekstra hati-hati. Film komedi memiliki standar sendiri di mata penonton film Indonesia.

Sebuah film bisa dikatakan lucu apabila bisa membuat tertawa sutradara dan kru produksi saat proses shooting berlangsung.

"Artinya kita harus mencari definisi lucu bagi semua masyrakat Indonesia," ucap Anggy.

Baca juga : Rambut Palsu Dwi Sasono Jadi Elemen Penting 5 Cowok Jagoan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X