Kekuatan Asia dan Seni ala Zhu Wei

Kompas.com - 11/12/2017, 20:36 WIB
Zhu Wei, Album of Vernal Equinox, No. 2, 2011. zhuweiartden.comZhu Wei, Album of Vernal Equinox, No. 2, 2011.
EditorAmir Sodikin

Dari pameran semi retrospeksi itu, kita bisa menilai seberapa jauh budaya China telah memengaruhi seniman-seniman China melihat dirinya sendiri, masa sekarang dan warisan ribuan tahun ekspresi visualnya.

Zhu Wei terlahir dari keluarga sederhana di pinggiran bagian barat pabrik baja Beijing, setelah keluar dinas militer. Ia mengejar karir artistiknya sebagai seniman.

Di sekitar akhir 90-an, namanya dikenal dan awal milenium baru memberinya kesempatan keliling dunia dan karyanya dipamerkan serta bisa dinikmati publik dunia di sejumlah 40 museum internasional.

Pameran solonya, Virtual Focus, yang merupakan kegelisahan perjalanan estetiknya semenjak dari 1987 sampai 2017 adalah sebuah pameran serial termutakhir yang dimulai dari Beijing Today Art Museum, Nanjing Academy of Art Museum, Museum of Contemporary Art Singapore sampai Museum Nasional di Jakarta.

Pameran Zhu Wei ini secara terang benderang, dalam konteks Indonesia, membuka lagi kesempatan bahwa seni kita, terutama dengan ciri budaya lokal-nya, sedang dinanti dunia. Tatkala era disruptif melanda, jagat seni kontemporer dunia memunculkan arasnya yang baru.

Sebuah gerbang selamat datang menyambut seniman-seniman Indonesia yang membawa beragam budaya azali kita dari khasanah Nusantara, seperti seni-seni yang berakar dari budaya Arab, China, Melayu, dll yang telah mengendap pada diri kita.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X