Ernest Prakasa Mendadak Jadi Tempat Curhat karena "Susah Sinyal"

Kompas.com - 27/12/2017, 17:44 WIB
Ernest Prakasa ditemui di sela nonton bareng film Susah Sinyal di bioskop 21 Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGErnest Prakasa ditemui di sela nonton bareng film Susah Sinyal di bioskop 21 Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017).
|
EditorIrfan Maullana

 

BEKASI, KOMPAS.com - Komika dan sutradara Ernest Prakasa dan istrinya, Meira Anatasia, mendadak menerima banyak curahan hati usai film mereka, Susah Sinyal, tayang di bioskop.

Ditemui di Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Ranu (27/12/2017), Ernest bercerita direct message (DM) Instagram-nya penuh cerita unik para ibu dan anak yang sudah menonton filmnya.

"Nah, di Susah Sinyal ini banyak sekali ibu dan anak yang nonton bareng dan ngerasa bukan tertohok lagi, tapi terjleb-jleb. Aku banyak banget terima cerita yang aneh-aneh. Banyak banget di DM instagram aku dan Meira," ujar Ernest.

Salah satunya adalah kisah yang diceritakan seorang staf DPRD dari wilayah Sumatera. Sebagai ibu yang bekerja, dia merasa sangat tertampar selama menonton film Susah Sinyal.

Baca juga : Susah Sinyal, Film Paling Menantang bagi Ernest Prakasa

Tak sampai di situ, yang lebih menohok lagi, selesai nonton anaknya berkomentar bahwa ia mirip tokoh Ellen (Adinia Wirasti) yang selalu sibuk bekerja.

"Anaknya bilang, 'Ellen sibuk ya kayak mama', dia yang pas nonton tertampar-tampar, terus anaknya kayak nebelin lagi. Dia bilang mau memperbaiki hubungan dengan anaknya," kata Ernest.

Ada lagi seorang anak yang bercerita sempat merajuk atau ngambek pada ibunya karena batal tonton Susah Sinyal gara-gara sang ibu yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online terjebak macet.

"Anaknya sempet ngambek mamanya enggak dateng, tapi selesai nonton dia langsung merasa bersalah sama mamanya," kata Ernest.

Hal-hal seperti itu yang bagi Ernest adalah apresiasi yang sangat berharga. Meski ia sangat senang film ketiganya ini mendapat 690.775 dalam waktu enam hari.

"Tentu kami seneng kalau film laku, tapi bisa menyentuh hidup orang dengan cara seperti itu tuh lumayan lebih mengharukan lagi. Membuat kami jadi merasa bahwa karya kami punya makna, terlepas dari berapa jumlah penonton," ucapnya.

"Itulah the wonder of cinema. Kadang film tuh bisa menyentuh kita dalam level yang sangat personal," sambungnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X