Kuasa Hukum Jennifer Dunn: Dua Perempuan Menelepon sambil Menangis

Kompas.com - 11/01/2018, 18:01 WIB
Jennifer Dunn resmi ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, Sabtu (6/1/2017) KOMPAS.com/STANLY RAVEL Jennifer Dunn resmi ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, Sabtu (6/1/2017)
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kuasa hukum artis peran Jennifer Dunn (28), Pieter Ell, mengungkapkan bahwa dua hari ini ia mendapat telepon dari dua perempuan berbeda yang sembari menangis meminta agar kliennya itu dibantu.

"Pagi pagi, sudah dua hari berturut-turut saya ditelepon ibu-ibu yang saya juga enggak kenal, mereka nangis-nangis," kata Pieter dalam wawancara di Studio TransTV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018) sore.

"Dia nangis minta tolong, tolong bantuin dia. Yang dimaksud, Jennifer Dunn," sambungnya.

Baca juga: Jennifer Dunn Syok dan Menangis Saat Tahu Akan Ditahan

Pieter mengaku awalnya bingung. Namun, setelah berbincang sejenak dengan mereka lewat telepon, ia akhirnya tahu dua perempuan itu adalah para penggemar Jennifer.

Perempuan pertama berasal dari Makassar dan kedua dari Sumatera.

"Ya, pokokya itu ada ibu-ibu yang dari Sumatera dan Makassar. Mungkin namanya fans atau apa gitu," kata Pieter, yang tak menjelaskan secara rinci isi pembicaraannya dengan dua perempuan tersebut.

Baca juga: Banyak Keterangan Berbeda, jennifer Dunn Dikonfrontasi dengan FS

Jennifer Dunn ditangkap polisi Polda Metro Jaya di kediamannya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (31/12/2017), kira-kira pukul 17.30 WIB. Ia diduga telah melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Kasus itu bukanlah yang pertama bagi Jennifer.

Pada 2005, ia ditangkap karena kedapatan mengonsumsi ganja. Empat tahun kemudian, polisi kembali menciduk Jennifer karena penyalahgunaan narkotika jenis sabu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X