Menunda Makan karena Tak Suka Masakan Jepang, Ruben Onsu Jatuh Sakit - Kompas.com

Menunda Makan karena Tak Suka Masakan Jepang, Ruben Onsu Jatuh Sakit

Kompas.com - 13/01/2018, 12:43 WIB
Ruben Onsu berpose di RSU Bunda Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018).Kompas.com/Tri Susanto Setiawan Ruben Onsu berpose di RSU Bunda Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Terlalu selektif dan menunda-nunda jadwal makan membuat pembawa acara Ruben Onsu jatuh sakit seusai berlibur di Jepang.

Suami Sarwendah itu harus dirawat selama empat hari di Rumah Sakit Umum Bunda, Menteng, Jakarta Pusat sejak Selasa (9/1/2018). Menurut Ruben, ia merasa tidak cocok dengan makanan Jepang.

"Badan sudah enggak enak di Jepang. Angin dahsyat dan dingin. Orang kampung ke Jepang, enggak cocok sama udara. Harusnya kondisi di situ makan yang bagus, tapi gua makannya entar-entaran gitu deh," ujar Ruben di RSU Bunda, Sabtu (13/1/2017).

Sebelum dirawat di rumah sakit di Jakarta, Ruben mengaku sudah merasa tak enak badan saat berada di Jepang. Selama 10 hari berlibur di Jepang, ada satu hari di mana ia harus beristirahat di hotel.

"Udara dan makan enggak bagus akhirnya sampai sana sakit juga. Waktu di Kyoto juga sempat sehari sakit," kata dia.

Baca juga : Ayu Ting Ting: Kalau Enggak Sakit, Ruben Onsu Enggak Istirahat

Tiba di Indonesia, Ruben mengaku langsung menerima pekerjaan sebagai pemandu program acara di stasiun televisi.

"Pulang ke Indonesia enggak ada napas dan langsung live. Ambruk di hari kedua selesai live yang siang. Saat itu napas sudah sedikit. Saya jalan sama Ayu (Ting Ting), saya tinggalin Ayu, saya cari napas, sampai di mobil kok napas saya pendek. Telepon Wendah dan saya langsung lari ke rumah sakit," kata dia.

Hasil pemeriksaan dokter, Ruben mengalami keletihan. Belum lagi ditambah penyakit asma yang baru ia ketahui.

"Penyakit baru itu yang ketahuan asma. Saya harus hati-hati sama asma. Keluarga saya kan asma, saya enggak ngerti asma itu kayak gimana, oh kemarin (sesak napas) itu asma. Yang paling penting bisa di-handle oleh rumah sakit," kata dia.


EditorIrfan Maullana
Komentar
Close Ads X