Pameran Seni Rupa: Perempuan di Borobudur - Kompas.com

Pameran Seni Rupa: Perempuan di Borobudur

Kompas.com - 18/02/2018, 00:10 WIB
Perempuan di BorobudurDok. Landung Perempuan di Borobudur

JAKARTA, KOMPAS.com--Galeri Nasional Indonesia bersama perupa Dyan Anggraini (Yogyakarta) dan penyair Landung Simatupang (Yogyakarta) akan menyelenggarakan Pameran Seni Rupa, kolaborasi rupa dan sastra, bertajuk Perempuan (di) Borobudur/Borobudur Women dengan kurator Suwarno Wisetrotomo.

Pameran menggelar karya dua dan tiga dimensi yang memadukan seni rupa dan seni sastra. Ini tanggapan dalam konteks masa kini terhadap relief-relief di candi Borobudur dengan pesan moralnya, dan kehadiran serta peran figur perempuan di dalamnya. Meskipun pesan-pesan itu bagian sangat penting dari warisan tak-benda (intangible) Borobudur, relatif belum banyak karya seni rupa Indonesia yang diciptakan terkait dengannya.

Pameran dilangsungkan di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jalan Merdeka Timur Nomor 14, Jakarta Pusat, dari 20 Februari - 5 Maret 2018. Pembukaan pameran oleh Nia Dinata, tokoh perfilman Indonesia, diadakan pada Selasa, 20 Februari 2018 pukul 19.00 WIB. Ditandai pula dengan pembacaan dramatik oleh Landung Simatupang.

Dyan Anggraini mulai muncul di panggung seni rupa Indonesia pada paruh kedua tahun 1970an. Ia alumnus Sekolah Tinggi Seni Rupa ASRI Yogyakarta. Antara tahun 1977-2017 Dyan ambil bagian dalam sekurangnya 141 pameran bersama di berbagai kota di Indonesia, juga di Singapura dan Malaysia. Pameran tunggalnya yang pertama berlangsung tahun 1989, disusul pameran tunggal berikutnya pada 2003, 2004, 2005, 2007 dua kali, dan 2013. Sebelum purnatugas sebagai pegawai negeri, sempat menjabat sebagai Kepala Taman Budaya Yogyakarta, 2004 - 2011.

Landung Simatupang adalah penyair, penerjemah, aktor dan sutradara teater, pemain film. Lulusan Fakultas Sastra UGM. Puisinya diterbitkan antara lain dalam Tonggak 4 - Antologi Puisi Indonesia Modern (Gramedia, 1987); Sambil Jalan (Yayasan Untuk Indonesia, 1999); dan Antologi Puisi Indonesia Kumpulan Pilihan Yayasan Lontar (Yayasan Lontar Indonesia, 2017). Menerjemah puluhan buku dari bahasa Inggris. Terpilih sebagai Tokoh Seni Tempo 2013 bidang Seni Pertunjukan untuk pergelaran karyanya tentang Diponegoro, Sang Pangeran di Karesidenan dan penyutradaraan lakon Endgame karya Samuel Beckett. Nomine Peran Pendukung Pria Terbaik FFI 2011.



Close Ads X