Berkas Perkara Ahmad Dhani Belum Didaftarkan ke Pengadilan

Kompas.com - 27/02/2018, 16:14 WIB
Ahmad Dhani saat ditemui di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/1/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGAhmad Dhani saat ditemui di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan belum mendaftarkan berkas perkara kasus ujaran kebencian yang menjerat artis musik Ahmad Dhani ke pengadilan, meski dinyatakan telah lengkap atau P21.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Dedyng Wibiyanto Atabay, mengatakan, berkas perkara tahap kedua tersebut belum dilimpahkan oleh penyidik Polres Jakarta Selatan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Belum dilimpah dari penyidik," ujar Dedyng kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (27/2/2018).

Untuk mendaftarkan berkas perkara Dhani ke pengadilan, harus melalui rencana tahap kedua, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada kejaksaan. Setelah itu, berkas kasus Ahmad Dhani dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

[Baca juga : Alasan Polisi Tak Menahan Ahmad Dhani]

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto, mengatakan, bahwa ada lima alat bukti yang akan diserahkan oleh penyidik kepada kejaksaan.

Yakni screenshoot akun Twitter atas nama Ahmad Dhani Prasetyo; satu unit HP; satu buah email beserta password; satu buah akun Twitter dengan nama ADP; dan sebuah sim card.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski berstatus tersangka, polisi merasa belum perlu melakukan penahanan terhadap pentolan band Dewa 19.

Mardiaz mengatakan, seorang tersangka bisa ditahan apabila berpotensi menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya, dan kemudian melarikan diri.

Namun, menurut Mardiaz, kecurigaan tersebut tak mereka temukan pada Ahmad Dhani. Pihaknya menilai justru ayah lima anak itu selalu bersikap koopertatif.

Diberitakan sebelumnya, Jack Lapian melaporkan Ahmad Dhani ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian.

Dhani dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

[Baca juga : Lima Alat Bukti yang Menjerat Ahmad Dhani dalam Kasus Ujaran Kebencian]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.