Yura Yunita Ditemani Papa-papa "Handsome" di Java Jazz

Kompas.com - 03/03/2018, 20:11 WIB
Yura Yunita tampil bersama Ron King Horn Section dalam pergelaran Java Jazz 2018 yang diadakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAYura Yunita tampil bersama Ron King Horn Section dalam pergelaran Java Jazz 2018 yang diadakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kolaborasi apik ditampilkan penyanyi Yura Yunita bersama Ron King Horn Section di panggung Java Jazz 2018 yang digelar di JIExpo, Kemayoran Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018).

Yura tampil anggun saat memainkan piano pada lagu "Berawal dari Tatap". Musik yang aransemen aslinya berwarna pop ini terasa lebih jazzy dengan iringan Ron King Horn Section.

"Buat yang tahu lagunya nyanyi bareng ya," kata Yura sambil menyodorkan mikrofon ke arah penonton.

Kolaborasi musisi beda negara ini pun berlanjut, berikutnya Yura menyuguhkan lagu "Buktikan". Ia mengaku senang bisa berkolaborasi dengan Ron King Horn Section.

Yura Yunita tampil bersama Ron King Horn Section dalam pergelaran Java Jazz 2018 yang diadakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018). KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Yura Yunita tampil bersama Ron King Horn Section dalam pergelaran Java Jazz 2018 yang diadakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018).

"Terima kasih, malam ini saya ditemani papa-papa handsome. Tepuk tangan yang meriah untuk Ron King Horn Section," seru Yura memberi komando untuk bertepuk tangan bersama.

Kini giliran "Get Along With You" yang dinyanyikan Yura. Sebuah nomor dari album perdananya, Intuisi.

Baca juga : Kunto Aji Bawa Generation Y ke Panggung Java Jazz Festival 2018

Tak hanya lagu yang dipopulerkannya yang dinyanyikan, Yura juga membawakan "Aksi Kucing" dari White Shoes and The Couples Company. Yura melengkapi aksinya dengan memainkan ukulele.

"Yang berjiwa muda mana suaranya? Yang rambut putih tapi berjiwa muda mana suaranya?" tanya Yura.

Untuk yang berikutnya, Yura mengenalkan singel terbarunya. Singel ini ia sebut baru kali pertama dinyanyikan di atas panggung.

"Lagu berikut ini sudah saya nanti-nanti selama tiga bulan. Lagu ini saya ciptain bareng Mas Yovie Widianto," kata Yura.

Yura mengatakan, musisi yang juga personel band Kahitna itu sempat mengira ia putus cinta.

"Terus komentar pertama adalah, 'Yura kamu kenapa, kamu lagi sedih ya? Kamu baru putus?'. 'Enggak Mas, sudah lama. Pokoknya Yura Harus Bahagia," kata Yura.

"Kita semua malam ini harus bahagia," sambungnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X