Efek Rumah Kaca Jelaskan Alasan Undur Diri dari Delegasi Bekraf ke AS

Kompas.com - 11/03/2018, 16:32 WIB
Efek Rumah Kaca tampil pada acara Synchronize Festival 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (06/10/2017). Acara musik ini berlangsung selama tiga hari hingga Minggu, 8 Oktober 2017. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIEfek Rumah Kaca tampil pada acara Synchronize Festival 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (06/10/2017). Acara musik ini berlangsung selama tiga hari hingga Minggu, 8 Oktober 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Band Efek Rumah Kaca (ERK) memutuskan mengundurkan diri dari  delegasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk festival South by South West ( SXSW) 2018, yang diselenggarakan di Austin, Texas, Amerika Serikat, pada 9-17 Maret 2018 waktu setempat.

ERK juga menyatakan bahwa mereka akan tetap berangkat ke SXSW dengan dana yang mereka cari sendiri.

ERK mengaku mengundurkan diri karena mendapati kejanggalan pada harga tiket pesawat pergi-pulang Jakarta-Austin-Jakarta yang dipasang oleh agen travel yang ditunjuk oleh Bekraf.

Menurut ERK, harga tiket pesawat di pasaran jauh lebih murah.

Hal itu diungkapkan oleh ERK melalui akun Instagram mereka, @sebelahmata_erk, untuk menjawab klarifikasi dari Bekraf melalui akun Instagram Bekraf.

"Setelah membaca klarifikasi yang dibuat oleh pihak Bekraf, kami merasa justru poin alasan utama pengunduran diri kami yaitu pemilihan tiket dengan harga yang tidak wajar tidak dielaborasi lebih lanjut," tulis ERK.

Disebut, Bekraf memutuskan hanya akan menanggung biaya lima dari sembilan personel ERK sebagai anggota-anggota delegasi ke SXSW 2018.

Itu karena Bekraf juga harus membagi dana yang ada untuk membiayai para anggota lain delegasi tersebut dan, menurut Bekraf, pihak SXSW 2018 hanya memberi jatah lima personel saja untuk tampil, karena keterbatasan pada panggung.

Sementara itu, lanjut ERK, pihak SXSW 2018 melalui e-mail telah menyatakan bahwa ERK sudah lulus kurasi dan boleh tampil dengan formasi sembilan personel. ERK lalu setuju untuk membiayai sendiri empat personel yang tak ditanggung oleh Bekraf.

Namun, sambung ERK, ERK mendapati kejanggalan ketika mengetahui harga tiket pesawat pada agen travel yang ditunjuk oleh Bekraf.

Baca juga: Kekuatan Kata Efek Rumah Kaca

ERK mengaku kemudian bertanya kepada Bekraf mengenai rute dan jadwal penerbangan, maskapai penerbangan, harga tiket pesawat untuk membeli empat tiket personel yang tidak ditanggung Bekraf.

Sementara itu, disebut, Bekraf menyediakan dana Rp 47 juta per orang dengan rincian tiket fleksibel Rp 32 juta dan biaya akomodasi Rp 15 juta.

Tiket fleksibel digunakan agar penumpang leluasa mengubah jadwal penerbangan tanpa dipungut biaya tambahan atau denda.

Baca juga: Kimokal Tak Lagi Minta Bantuan Bekraf untuk Tampil di SXSW

Namun, setelah menelusuri situs resmi dua maskapai penerbangan, yakni China Airlines dan United Airlines, ERK mengetahui bahwa harga tiket ekonomi fleksibel hanya kira-kira Rp 21 juta dan harga tiket ekonomi hanya kira-kira Rp 18 juta.

Selain itu, menurut ERK, empat personel yang tak ditanggung Bekraf diminta oleh Bekraf untuk dimasukkan ke golongan kru, bukan personel ERK. Itu, lanjut ERK, membuat mereka mengalami kendala dalam mengurus visa.

"Titik inilah yang membuat kami yakin untuk memutuskan mundur dari dukungan finansial Bekraf. Kami memutuskan untuk berangkat menuju SXSW dengan menggunakan dana mandiri yang berasal dari dukungan oleh para sahabat, pendukung, dan pendengar ERK," tulis ERK.

Baca juga : Bekraf Akan Bertemu Efek Rumah Kaca untuk Selesaikan Masalah



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X