Kasus Asusila, Gatot Brajamusti Dituntut 15 Tahun dan Denda Rp 200 Juta

Kompas.com - 14/03/2018, 17:15 WIB
Terdakwa mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018) sore. KOMPAS.com/NURSITA SARITerdakwa mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus asusila terhadap korban di bawah umur, Gatot Brajamusti, dituntut 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

"Kami sudah bacakan tuntutan penjara selama 15 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 1 tahun kurungan," kata JPU Hadiman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2018).

Persidangan digelar secara tertutup di ruang sidang Mudjono, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tuntutan itu diambil JPU berdasarkan Pasal 81 ayat 2 UU Perlindungan Anak No 23 tahun 2002.

Tuntutan maksimal tersebut diberikan oleh JPU karena beberapa hal. Salah satunya, kata Hadiman, lantaran Gatot melakukan persetubuhan terus menerus terhadap korban dan pelapor CTP.

Baca juga : Hakim Kembali Tegur Jaksa karena Tunda Lagi Tuntutan Gatot Brajamusti

"Perbuatan dia dilakukan secara berlanjut. Dia melakukan dari 2007 sampai 2011, dia masih melakukan itu (kepada CTP)," kata Hadiman.

Kuasa hukum Gatot, Achmad Rulyansyah mengatakan bahwa tuntutan jaksa tidak logis.

"Tuntutan dibacakan jaksa tidak logis. Sudah lama menunda tuntutan dan sekarang dituntut maksimal. Kami anggap kasus ini JPU telah memahami fakta-fakta persidangan. Si CTP itu kan sudah jadi istri siri Aa Gatot," ujarnya.

Baca juga : Saksi Ahli Sebut Hasil Tes DNA Anak CT Identik dengan Gatot Brajamusti

"Dalam fakta persidangan semua, saksi mengatakan bahwa CTP adalah istri siri. Persetubuhan itu melayani suami dan istri," ujarnya.

Sedangkan untuk kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar, JPU masih menunda. Mereka meminta waktu kepada majelis hakim sampai 27 Maret 2018.

Baca juga : Reza Artamevia Sebut Gatot Brajamusti Tidak Pernah Gelar Ritual Seks

Kompas TV Gatot Divonis 8 Tahun Penjara & Denda Rp 1 Miliar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X