Punya Ilmu Silat Tinggi, Andy /rif Bisa Bikin Semburan Api dari Tuak

Kompas.com - 16/03/2018, 20:54 WIB
Andy /rif berperan sebagai Dewa Tuak dalam Wiro Sableng 212 Lifelike PicturesAndy /rif berperan sebagai Dewa Tuak dalam Wiro Sableng 212

JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis Andy "/rif" ambil bagian dalam penggarapan film  Wiro Sableng 212 yang diproduksi oleh Lifelike Pictures bersama 20th Century Fox. Andy berperan sebagai Dewa Tuak, seorang kakek yang menjadi sakti saat meminum tuak.

"Saya berperan sebagai Dewa Tuak, jadi kakek-kakek yang usianya sudah 80 tahun ke atas lah, karakternya jadi orangtua. Di situ saya di make up jadi orangtua banget dengan jenggot putih, kumis putih, jadi aki-aki lah," kata Andy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/3/2018).

"Dewa Tuak ini sangat sakti dan kebiasaannya ya itu minum tuak, kekuatannya tuh dari minum tuak, kemanapun dia selalu membawa bumbung kayu, itu isinya tuak," sambungnya.

Sebagai guru silat dari Angini (Sherina Munaf), tentu saja kesaktian Dewa Tuak tidak diragukan lagi. Bahkan dia juga bisa membuat semburan api dari tuak yang diminumnya.

Baca juga : Mengenal Karakter Bujang Gila Tapak Sakti dalam Wiro Sableng 212

"Iya, dia punya ilmu silat yang tinggi juga itu dengan semburan tuaknya itu bisa jadi semburan api," ujar Andi.

Menjadi pria tua yang pemabuk merupakan tantangan tersendiri bagi Andy. Dengan segala usahanya, pria bernama lengkap Restu Triandy itu berharap dapat membawakan karakter Dewa Tuak dengan baik.

"Saya harus beradaptasi menjadi orangtua di situ, kakek-kakek yang di mana setiap hari kakek ini selalu terpengaruh dengan tuak. Bisa dibilang mabuk atau apalah, jadi karakter itu yang harus saya munculkan," tutur bintang film Gerbang 13 itu.

"Saya mendapat tantangan peran ya jadi saya harus benar-benar menjadi orang lain. Saya ingin yang keluar di situ bukan Andy /rif. Tidak keberatan didandanin abis-abisan. Saya pun bersedia dan senang," tambahnya.

Film Wiro Sableng merupakan hasil kerja sama Lifelike Pictures dengan 20th Century Fox.

Dalam proses produksi yang telah dilangsungkan akhir 2017 lalu, sederet nama-nama tenar ikut terlibat meramu film tersebut.

Mereka adalah sutradara Angga Dwimas Sasongko, production designer Adrianto Sinaga, penulis skenario Seno Gumira Ajidarma, dan koreografer Gumira Ajidarma.

Rencananya, film tersebut akan diputar di seluruh jaringan bioskop Tanah Air pada September 2018 mendatang.

Baca juga : Sheila Timothy: Wiro Sableng Bukan Hanya soal Silat


 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X