Pandji Pragiwaksono Sindir Mereka yang Permalukan Artis Terjerat Narkoba

Kompas.com - 30/03/2018, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komika Pandji Pragiwaksono mengangkat problematika kasus narkoba di kalangan artis dalam film komedi aksi Partikelir.

Pandji mengatakan, ia tidak menyindir kalangan artis yang terjerat kasus narkoba, melainkan pihak-pihak lain.

"Bukan sindiran kepada artis, tapi sindiran kepada mereka yang mempermalukan pengguna sebagai penjahat, yang mempertontokan mereka lewat press conference," ujar Pandji dalam wawancara di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

"Karena kalau kita adil, orang yang pakai (konsumsi narkoba) di situ kan juga disebut sebagai pesakitan, pasti semua yang pakai itu ada alasannya di belakang," sambung dia.

Secara pribadi, Pandji tidak membenarkan pula kalangan artis mengonsumsi narkoba. Namun, ia kurang suka bahwa pengguna narkoba disebut sebagai penjahat.

Baca juga : Pandji Pragiwaksono Buat Partikelir karena Menyukai Cerita Detektif

Menurut Pandji, orang yang mengonsumsi narkoba seharusnya di bantu, di masukan ke pusat rehabilitasi.

"Kok mereka yang dipermalukan, kok mereka yang dikasih liat ke media, foto-foto, penjahatnya dong, yang bikin, yang ngedarin dong. Mereka salah, iya tapi mereka tidak layak diperlakukan seperti itu," ujarnya.

Sementara itu, Pandji mendedikasikan film Partikelir untuk sahabat kecilnya, Naldo, yang telah meninggal dunia. Naldo meninggal lantaran kecanduan sabu.

"Jadi film ini cara saya untuk menolong teman saya yang tidak bisa saya lakukan ketika dia masih hidup. Waktu itu saya tidak bersikap ketika punya teman yang nyabu," ucapnya.

"Jadi film ini didedikasikan untuk sahabat saya," ucapnya.

Baca juga : Pandji Pragiwaksono Bikin Aurelie Moeremans Jadi Cewek Jutek

Film Partikelir berkisah tentang Adri (Pandji Pragiwaksono) dan Jaka (Deva Mahenra) , sahabat sejak SD sampai SMA, yang terobsesi menjadi detektif.

Namun, saat dewasa, Jaka memilih menjadi pengacara di biro hukum litigasi, sementara Adri melanjutkan mimpinya sebagai detektif swasta ( partikelir).

Bertahun-tahun berpisah, dua sahabat ini bertemu kembali saat Adri menerima pekerjaan dari Tiara (Aurelie Moeremans) yang ayahnya meninggal mendadak. Berhasilkah Adri dan Jaka memecahkan kasus ini?

Film ini akan mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 5 April 2018 mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.