Kaunang Jiva dan Suara Tangis Bayi di IDP - Kompas.com

Kaunang Jiva dan Suara Tangis Bayi di IDP

Kompas.com - 04/04/2018, 06:55 WIB
Kaunang Jiva saat tampil di hari terakhir acara Indonesia Drum & Perkusi 2018 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.Dok. Pribadi Kaunang Jiva saat tampil di hari terakhir acara Indonesia Drum & Perkusi 2018 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com--Empat anak muda di panggung Indonesia Drum & Perkusi (IDP) 2018, yang tampil di hari terakhir, Minggu 1 April itu tampil ekspresif. Mereka menamakan dirinya Kaunang Jiva, sesuai dengan pemimpin kelompok musik tersebut yang malam itu tampil di tengah panggung dengan memainkan berbagai alat musik perkusi.

IDP Festival merupakan ajang pertemuan para pemain drum dan perkusi di Tanah Air. Acara ini diselenggarakan dari tanggal 29 Maret-1 April 2018, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Kaunang Jiva merupakan salah satu Percussionist yang turut meramaikan acara IDP Festival.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang membawa nama grup, kali ini Kaunang Jiva tampil dengan membawa namanya sendiri. Kali ini Ia tampil lebih eksplorasi dengan Alat-alat perkusinya menggunakan teknik pukul, igoyang dan gosok.

Kaunang Jiva membawakan dua buah komposisi yang berjudul "Omelette" & "Born". Karyanya menarik untuk disimak. Bukan saja dari pencapaian harmoni penggabungan berbagai alat musik, namun juga eksploratif. Sehingga banyak kejutan muncul di sepanjang penampilannya.

Menggunakan hitungan birama ganjil dan sedikit sentuhan kontemporer, Kaunang Jiva menggaet sahabat-sahabatnya; Kate Papawi (Congas & Djembe), Yohanes Mbasa (Saxophone&Flute) & Arif Juliandra (Bass), mereka tampil dengan energik dan membawa nuansa baru di acara IDP Festival ini.

Komposi "Omelette" bercerita tentang keseharian Kaunang yang sangat menyukai makanan tersebut. Sementara komposisi "Born" terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat menemani isterinya melahirkan.

Pada dua komposisi tersebut menceritakan perasaannya yang campur aduk saat menunggu kelahiran sang buah hati. Bunyi ritmis dari bedug dan conga seperti mewakili bunyi degup jantung. Di akhir komposisi, Kaunang menyisipkan suara tangisan bayi yang merupakan rekaman suara asli dari anaknya saat baru lahir ke dunia.

"Komposisi "Born" Aku dedikasikan untuk para Ibu, yg berjuang keras untuk melahirkan seorang Anak," ujar Kaunang sehabis konser.


Close Ads X