Sutradara Arini Tak Tahu Latar Belakang Morgan Oey dan Aura Kasih

Kompas.com - 04/04/2018, 14:24 WIB
Sutradara film Arini, Ismail Basbeth, diwawancara di kantor Kompas.com, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Selasa (3/4/2018). Film yang dibintangi oleh Aura Kasih dan Morgan Oey ini diputar di jaringan gedung bioskop mulai 5 April 2018. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOSutradara film Arini, Ismail Basbeth, diwawancara di kantor Kompas.com, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Selasa (3/4/2018). Film yang dibintangi oleh Aura Kasih dan Morgan Oey ini diputar di jaringan gedung bioskop mulai 5 April 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Morgan Oey dan penyanyi Aura Kasih didaulat membintangi film Arini: Masih Ada Kereta yang Akan Lewat arahan sutradara Ismail Basbeth.

Ismail kepada Kompas.com mengatakan bahwa ia memilih dua figur itu untuk memerankan tokoh-tokoh utama bukan karena mereka pesohor-pesohor dunia hiburan.

"Jadi, memang aku ngelihat orang itu murni talent aja, enggak lihat latar belakangnya," kata Ismail di kantor Kompas.com, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Selasa (3/4/2018).

Ia mencontohkan, ketika membuat workshop ia baru tahu bahwa Morgan merupakan mantan member boyband  SM*SH.

"Saya enggak (banyak) hafal pemain-pemain film Indonesia. Bintang film tuh saya enggak hafal siapa aja. Morgan saya tahunya pas workshop," ucap Ismail.

"Teman-temanku pada ngecengin, pada nyanyi lagu 'You Know Me So Well'. Aku nanya, 'Kok kalian nyanyi lagu iti?', 'Ini lagunya Morgan,' katanya. 'Emang dia siapa?' Mereka bilang dia dulu di Sm*sh gini gini," sambungnya dan langsung mengundang tawa Morgan, yang duduk di samping Ismail.

Ketika Aura Kasih dan Morgan Oey disebut sebagai calon-calon pemeran Arini dan Nick, dari hasil diskusi dengan produser, Ismail Basbeth tak paham rekam jejak mereka. Baginya, yang terpenting adalah pemerannya memiliki kemauan untuk menghidupkan karakter-karakter itu.

"Jadi, kami enggak pakai casting terbuka. Dia (Aura) mau dituain (dijadikan tua) dan dia (Morgan) mau dimudain (dijadikan muda), ya oke lah. Kalau mau kan ya berarti bisa. Yang penting kan performance, pembawaannya dalam film. Setelah oke, kami workshop di Yogya selama seminggu," tutur Ismail.

"Kalau waktu itu mereka nolak, baru kami pusing cari yang lain. Untungnya, pas ngobrol,  alhamdulillah mereka menerima ya dan tertarik untuk terlibat. Ya udah kami jalan," ujarnya.

Film Arini: Masih Ada Kereta yang Akan Lewat mengisahkan pertemuan antara Arini (Aura Kasih) dengan Nick (Morgan Oey) di sebuah kereta di Jerman. Ketika itu Arini berusia 38 tahun dan Nick 23 tahun. Nick jatuh cinta kepada Arini, tetapi Arini tenggelam dalam kegalauan karena masa lalunya yang berat.

Film Arini: Masih Ada Kereta yang Akan Lewat, yang diproduksi oleh falcon Pictures,merupakan adaptasi ulang dari novel karangan penulis ternama Indonesia, Mira W. Buku tersebut sebelumnya pernah diadaptasi ke layar lebar oleh Sophan Sophiaan pada 1987. Para bintang utamanya ketika itu adalah Widyawati dan Rano Karno.

Film Arini versi baru akan diputar di jaringan gedung bioskop Tanah Air mulai 5 April 2018.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X