Wajah Jennifer Dunn Dirawat Pekerja Salon, Pihak Rutan Beri Penjelasan

Kompas.com - 04/04/2018, 17:45 WIB
Jennifer Dunn tiba di gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2018), untuk diserahkan polisi ke kejaksaan. KOMPAS.com/NURSITA SARIJennifer Dunn tiba di gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2018), untuk diserahkan polisi ke kejaksaan.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Jennifer Dunn (28) kembali membuat heboh setelah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya dengan seorang pekerja salon tersebar di dunia maya.

Pekerja salon itu baru saja selesai melakukan perawatan wajah Jennifer, sementara Jennifer diketahui selama ini ditahan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, karena kasus dugaan penyalahgunaan narkotika sabu.

Terkait hal itu, Ade Kusmanto selaku Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberi penjelasan.

"Ya, memang ada (salon). Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan itu seperti itu. Jadi, untuk memberikan keterampilan pada mereka supaya mandiri bagi warga binaan lainnya. Kalau Jennifer mungkin turut serta dalam kegiatan itu," kata Ade ketika dihubungi sejumlah wartawan di Jakarta pada Rabu (4/4/2018).

Baca juga: Mulai Kamis Ini Jennifer Dunn Menghuni Rutan Pondok Bambu

Ade menambahkan bahwa pemanggilan petugas salon itu sengaja dilakukan untuk memberi pengajaran dan keterampilan bagi para tahanan.

"Kan mereka perlu diajari, mereka perlu ditutor, dibimbing. Tidak serta merta mereka bisa. Dipanggil untuk mengajari cara memotong rambut, merias, make up. Kan enggak bisa langsung jadi," ucapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah bisa, mereka mempraktikkan. Tapi, kalau ada program kegiatan dengan dinas sosial atau instansi terkait, mereka mendatangkan instruktur untuk mentransfer ilmu," imbuhnya.

Baca juga: Jennifer Dunn Ditahan di Rutan Pondok Bambu

Beberapa progam, lanjut Ade, sengaja diadakan oleh pihak pengurus lembaga permasyarakatan untuk memberi modal keterampilan agar kelak, setelah bebas, para mantan tahanan bisa memanfaatkannya dalam masyarakat.

"Mereka, bagaimana caranya, diberikan pembinaan, supaya bagaimana menjalani pembinaannya itu tidak sekadar membatasi ruang gerak mereka, tetapi mereka diberikan modal-modal keterampilan, supaya mereka setelah bebas punya modal untuk hidup, punya kepercayaan diri untuk hidup bebas," ucapnya pula

Baca juga: Jennifer Dunn Segera Hadapi Persidangan

"Setelah dari lapas (lembaga pemasyarakatan), mereka terjun ke dunia sebenarnya, memperjuangkan hidupnya lah," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X