25 Penulis Akan Berbagi Ilmu dalam Gramedia Writers and Readers Forum 2018 - Kompas.com

25 Penulis Akan Berbagi Ilmu dalam Gramedia Writers and Readers Forum 2018

Kompas.com - 06/04/2018, 17:59 WIB
Jumpa pers Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2018 di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Jumpa pers Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2018 di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 25 penulis ternama Indonesia akan berbagi ilmu dan pengalaman mereka dalam Gramedia Writers and Readers Forum 2018.

Ajang temu dan sharing antara penulis dan pembaca ini untuk kali pertama digelar di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada 7 dan 8 April 2018.

Penulis-penulis itu di antaranya, Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Tere Liye, Eka Kurniawan, Leila S Chudori, Bernard Batubara, Maman Suherman, dan lainnya.

Joko Pinurbo yang akan membawakan materi tentang bagaimana menyayangi puisi mengatakan, forum pembaca dan penulis ini sangat penting.

"Di sinilah peran penting forum semacam ini karena pembaca bisa mendapatkan wawasan bagaimana sebuah karya diproses, ditulis dan juga bagaimana kita menikmatinya dengan baik," ujar Joko dalam jumpa pers acara tersebut di Gedung Perpusnas RI, Jumat (6/4/2018).

Baca juga : Sapardi Djoko Damono Ikut Main Film Hujan Bulan Juni

Karena akhir-akhir ini ia merasa resah dan prihatin melihat masyarakat yang semakin sensitif, mudah tersinggung, cepat marah, saat membaca sebuah informasi.

"Mungkin kita kurang mendapatkan edukasi bagaimana membaca karya sastra dengan baik. Salah satu keterampilan berbahasa yang sekarang ini kurang mendapat perhatian adalah menyimak. Bagaimana membaca dengan dingin, dengan cerdas, supaya kita tidak mudah menjadi masyarakat yang sensitif dalam pengertian negatif," ujar Joko.

"Ada salah satu puisi saya yang dianggap agak kontroversial. Setelah saya cerita tentang puisi saya itu, pembaca bilang 'oh ternyata enggak seseramkan yang dibayangkan'. Jadi masalah cara membaca," imbuhnya.

Para peserta GWRF 2018 ini nantinya bisa mendapat kesempatan mengikuti diskusi literasi dengan beragam tema, misalnya Menulis untuk Pembaca Millenials atau Komik Indonesia itu Asik. Ada pula tema Buku Anak yang Menarik untuk Kids Zaman Now, Perhitungan Pajak untuk Penulis, Rahasia di Balik Karya, hingga Musikaliasi Puisi.

Mereka juga dapat kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan para editor dalam sesi Editor Clinic. Di sana, penulis-penulis pemula bakal diberi masukan tentang naskah yang mereka tulis.



Close Ads X