Bincang Novel Solo di Waktu Malam - Kompas.com

Bincang Novel Solo di Waktu Malam

Kompas.com - 24/04/2018, 07:18 WIB
IlustrasiDok. Bentara Budaya Solo Ilustrasi

Bincang Novel

SOLO DI WAKTU MALAM
Karya: Kamadjaja
Pengulas:
Fendy, Aprianto, Setyaningsih, Naim, Fauzi, Puji, Hanputro
Selasa, 24 April 2018, pukul 19.30 WIB

Solo di Waktu Malam, sebuah novel karya Kamandjaja yang bercerita tentang roman masyarakat di Solo lebih dari setengah abad yang lalu.

Membaca sebuah karya sastra yang terbit puluhan tahun yang lalu, apalagi karya tersebut berkaitan erat dengan perkembangan kota, baik dari sisi sejarah, sosiologi maupun fisik kota tentu tidak akan mudah.

Pembacaan novel ini dan mendiskusikannya kembali adalah pilihan untuk lebih mengenal sebuah kehidupan pada satu era tertentu.

Novel memang karya fiksi, tokoh-tokoh yang ada di cerita tersebut tentu saja rekaan, namun sisi lain dari karya tersebut bisa menjadi pintu masuk melihat perubahan dan tanda jaman.

Dari bahasanya kita akan mengetahui seperti apa bahasa yang dipakai, idiom kata yang ada waktu itu.

Pertumbuhan Kota Solo

Dari sisi sejarah perkotaan Solo Diwaktu Malam akan membantu kita melihat pertumbuhan Kota Solo saat itu dibandingkan saat ini, demikian juga dari aspek sosiologi kita akan diajak mengetahui kehidupan sosial masyarakat di era itu.

Sastra tidak hanya fiksi, sastra dapat memberikan kita banyak hal mulai pengetahuan, nilai - nilai dan tentu saja membuat kita merefleksikan diri dari garis besar cerita yang ada.

Solo di Waktu Malam hanya salah satu karya sastra yang memiliki latar Kota Solo, banyak karya sastra lain yang juga bercerita tentang Solo seperti novel Canting karya Arswendo Atmowiloto, Surti karya Sapardi Djoko Damono.

Diskusi novel Solo Diwaktu Malam merupakan pilihan dari Balai Soedjatmoko bersama kawan - kawan Bilik Literasi, beberapa sejarawan, sosiolog dan pecinta kota untuk melihat karya sastra dari berbagai sudut pandang, karya sastra akan lebih menarik tentu saja kalau kita manpu melihatnya dari berbagai perspektif dan membacanya lebih mendalam.

Sastra membantu kita untuk memahami banyak hal, kasus Solo Diwaktu Malam merupakan contoh membaca kota dari sebuah karya sastra.


Komentar
Close Ads X