Drama Musikal Dreamgirls Usung Pesan Perlawanan terhadap Diskriminasi

Kompas.com - 26/04/2018, 10:13 WIB
Konferensi pers pertunjukan musikal broadway, Dreamgirls, di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGKonferensi pers pertunjukan musikal broadway, Dreamgirls, di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara drama musika Dreamgirls, Hans De Waal, mengatakan bahwa lakon yang akan ia sajikan itu mengusung pesan perjuangan melawan diskriminasi pada perempuan.

Sebagai informasi, Jakarta Performing Arts Community (JPAC) akan menyajikan pertunjukan Dreamgirls di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada 25 - 27 Mei 2018.

"Melalui kisah ini, JPAC ingin berbagi kisah inspiratif Effie, Deena, dan Lorell yang berjuang meraih cita-cita dengan melawan stereotipe mengenai peran, sifat, hingga penampilan seorang wanita," ujar Hans dalam konferensi pers di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018) malam.

Dreamgirls mengangkat kisah perjalanan karir grup musik The Supremes dan Motown Records. Dreamgirls menggambarkan perjuangan para personelnya yang merupakan penyanyi kulit hitam untuk mencapai mimpi di tengah industri musik yang sarat unsur diskriminasi.

Dinamika kehidupan kaum hawa di Amerika pada era 1960-an hingga 1980-an yang menjadi latar cerita Dreamgirls juga ia harapkan dapat membangkitkan semangat untuk menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

"Serta merayakan pemberdayaan wanita di Jakarta dan seluruh Indonesia," kata Hans

Sementara aktivis feminis Tunggal Prawesti yang menjadi salah satu pembicara mengatakan, kisah Dreamgirls menjadi bukti betapa kuatnya perjuangan para perempuan kulit hitam menghadapi diskriminasi industri hiburan kala itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau di Amerika saja saat ini masih kencang isu diskriminasi rasial terutama pada perempuan, maka kita bisa bayangkan gimana perjuangan Dreamgirls ini pada saat kisah itu terjadi," kata Tunggal.

"Bayangkan pada masa dulu, mereka berusaha menembus industri hiburan di AS yang didominasi oleh pria dan superioritas kulit putih. Menariknya, Dreamgirls ini tidak tunduk pada apa yang menjadi keinginan pasar," tambahnya.

Baca juga : Pertunjukan Musikal Broadway Dreamgirls Akan Hadir di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.