"Dear Tomorrow", Gambarkan Maudy Ayunda dari Berbagai Sudut Pandang

Kompas.com - 30/04/2018, 22:28 WIB
Maudy Ayunda berpose dalam peluncuran buku ‘Dear Tomorrow’ di Lee Seminyak, Cipeta Raya, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanMaudy Ayunda berpose dalam peluncuran buku ‘Dear Tomorrow’ di Lee Seminyak, Cipeta Raya, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran dan penyanyi Maudy Ayunda meluncurkan buku perdananya yang berjudul "Dear Tomorrow".

Buku itu mengambarkan Maudy dari sudut pandang kehidupan yang dijalaninya sejauh ini, cinta secara universal, dan meraih mimpi.

"Konsepnya adalah cerita-cerita tentang aku," ujar Maudy dalam wawancara di Lee Seminyak, Cipete Raya, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

Buku itu ditulis oleh Maudy selama tujuh bulan. Ia menggunakan bahasa Inggris dalam setiap kata yang dirangkainya selama proses pengerjaan itu.

"Semuanya pakai bahasa Inggris," kata Maudy.

Baca juga : Kata Maudy Ayunda, Punya Mimpi Itu Penting

Menurut Maudy, bahasa Inggris ia gunakan lantaran sudah terbiasa menggunakan bahasa tersebut di setiap tulisannya. Sebab, bahasa Inggris adalah pengantar yang Maudy sukai saat bersekolah dan memulai menulis.

"Buku ini sangat personal dan aku sempat bilang kalau untuk buku ini sekali ini saja aku pakai bahasa Inggris deh. Mungkin nanti yang lain-lainnya pakai bahasa Indonesia," kata dia.

Maudy mengatakan, sebenarnya sudah lama ada dorongan dari penerbit Bentang Pustaka untuk segera menulis buku itu. Namun, waktu dan niat baru tersampaikan pada 2017 lalu.

Setelah bukunya jadi, Maudy mengaku kaget atas antusias penggemarnya yang menanti penjualan buku "Dear Tomorrow".

"Kemarin waktu preorder dalam waktu 36 jam langsung habis. Jadi kerasa banget antusias Maudiers dan teman-teman yang menunggu buku ini," kata dia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X