Air Mata dan Janji Tobat Jennifer Dunn

Kompas.com - 25/05/2018, 13:27 WIB
Artis Jennifer Dunn menyeka air matanya saat menjalani sidang tuntutan dalam kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIArtis Jennifer Dunn menyeka air matanya saat menjalani sidang tuntutan dalam kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - "Menjatuhkan hukuman kepada Jeje alias Jennifer Dunn dengan pidana penjara selama delapan bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan."

Demikian jaksa Nova, selaku penuntut umum, membacakan tuntutannya untuk artis sinetron Jennifer Dunn pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

Air mata langsung menetes di pipi wanita yang karib disapa Jeje tersebut. Saat Ketua Majelis Hakim Riyadi Sunindyo Florentinus memberi kesempatan Jeje berdiskusi dengan kuasa hukumnya, beberapa kali tangan perempuan berkulit putih itu mengusap air mata.

Usai sidang, Jennifer masih terisak. Kepada media, ibu satu anak ini mengaku masih gemetar. Ia mengaku bersyukur mendengar jaksa hanya menuntut dirinya delapan bulan penjara dan dipotong masa tahanan.

Baca juga: Jennifer Dunn Dituntut Hukuman 8 Bulan Penjara

"Speechless sih, sampai enggak bisa ngomong. Yang jelas sih alhamdulillah karena ini buat aku mukjizat sekali ya. Aduh enggak bisa ngomong. Aku masih gemetar," ucapnya.

Jennifer mengaku, tangisnya itu karena syukur tetapi bercampur sedih. Dia sudah membayangkan masih harus tinggal di penjara untuk menjalani sisa hukumannya nanti.

"Ya beratlah ya, kalau menjalani delapan bulan itu tidak mudahlah. Tidak seperti hari-hari kita satu hari di luar," ujarnya.

Terlebih, jika tuntutan itu benar dikabulkan, Jennifer harus melewatkan Ramadhan di dalam penjara tanpa keluarga yang menemani.

Baca juga: Jennifer Dunn Menangis dan Gemetaran Dituntut 8 Bulan Penjara

"Sedihlah, enggak bisa sama keluarga. Yang dikangenin suasana buka bersama, sahur bersama. Ya, suasana Ramadhan bareng keluarga lah. Itu ngangenin banget yang bikin nyesek," katanya.

Meminta maaf dan bertobat

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X