NTRL Mencatat Sejarah Melalui Karya

Kompas.com - 28/05/2018, 19:14 WIB
Personel NTRL  Eno Gitara (kiri), Bagus Danardana (tengah), dan Christopher Bollemeyer (kanan) berpose di sela-sela promo album terbaru NTRL di kanrot redaksi Kompas.com, Jakarta, (Senin (28/5/2018). NTRL merilis album terbaru berjudul XXV yang berisi tujuh lagu baru dengan musik modern yang menghimpun eksplorasi riff anyar NTRL dalam kurun tiga tahun terakhir. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPersonel NTRL Eno Gitara (kiri), Bagus Danardana (tengah), dan Christopher Bollemeyer (kanan) berpose di sela-sela promo album terbaru NTRL di kanrot redaksi Kompas.com, Jakarta, (Senin (28/5/2018). NTRL merilis album terbaru berjudul XXV yang berisi tujuh lagu baru dengan musik modern yang menghimpun eksplorasi riff anyar NTRL dalam kurun tiga tahun terakhir.


JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap peristiwa sosial yang terjadi hampir tak pernah luput dari perhatian vokalis grup band punk rock NTRL, Bagus. Tak jarang peristiwa itu menginspirasinya dalam mencipta lirik lagu.

Gitaris NTRL Coki Bollemeyer mengatakan bahwa rekannya tersebut seperti mencatat sejarah melalui karya.

"Setiap album sih ada ya tentang peristiwa. Kalau dibilang tiap album ada tentang sosial, Bagus kayak nyatet sejarah, sebetulnya. Pokoknya yang terjadi itu ditulis jadi lagu sama dia," kata Coki Hal saat berkunjung ke Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018).

Baca juga: NTRL Rilis Album XXV

"Dari tahun ke tahun, kalau gue perhatiin liriknya Om Bag (Bagus) secara sosialnya ada, kecintaan terhadap Tuhannya ada, kematian ada, hampir lengkap lah," lanjutnya.

Begitu pula untuk proses kreatif single tebaru NTRL, "Zero Toleransi", yang ada dalam album XXV. Bagus menggambarkan kondisi manusia saat ini yang mulai kehilangan rasa toleransi.

"Nariknya sih dari Indonesia, tapi ini gue lihat dari secara global. Seluruh dunia kalau gue rasa sih sekarang orang toleransinya kurang ya," ucap Bagus.

"(Toleransi) anak ke orangtua, orangtua ke anak, atasan ke bawahan, tetanga, udah enggak ada pakem-pakem yang dulu diajarin. Udah berkurang lah, sedih banget lah," tambahnya.

Baca juga: 25 Tahun Berkarya, NTRL Suguhkan Hal Berbeda untuk Album XXV

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X