Bagus Tak Lagi Ugal-ugalan Mencipta Lagu untuk NTRL

Kompas.com - 28/05/2018, 19:52 WIB
Pemain bas NTRL,Bagus Danardana berpose di sela-sela promo album terbaru NTRL di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, (Senin (28/5/2018). NTRL merilis album terbaru berjudul XXV yang berisi tujuh lagu baru dengan musik modern yang menghimpun eksplorasi riff anyar NTRL dalam kurun tiga tahun terakhir. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPemain bas NTRL,Bagus Danardana berpose di sela-sela promo album terbaru NTRL di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, (Senin (28/5/2018). NTRL merilis album terbaru berjudul XXV yang berisi tujuh lagu baru dengan musik modern yang menghimpun eksplorasi riff anyar NTRL dalam kurun tiga tahun terakhir.


JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis grup band NTRL, Bagus Dhanar Dhana mengatakan bahwa saat ini dirinya lebih bertanggung jawab dalam menulis lirik untuk lagu-lagu NTRL. Apalagi saat ini Bagus memiliki dua orang putra.

Hal itu dikatakan Bagus saat berkunjung ke Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018).

"Yang pasti beda banget sama yang sebelumnya. Kalau dulu kan asal-asalan aja, maksudnya ya bikin lirik ya kalau udah ada label yang mau, ya syukur deh, terus bikin lagi," kata pria 46 tahun itu.

"Masih remaja masih ugal-ugalan lah bikin liriknya. Kalau sekarang kan lebih bertanggung jawab untuk bikin lirik. apalagi setelah punya boncengan (anak)," lanjutnya.

Bagus dikenal sebagai penulis lirik yang lugas dalam menggambarkan cerita yang ingin disampaikannya.

Baca juga: Bagus NTRL Buat Kaos Khusus Olahraga Ekstrem

Bahkan, Gitaris NTRL Coki Bollemeyer mengatakan bahwa rekannya tersebut seperti mencatat sejarah melalui karya. Pria berkepala plontos itu disebut Coki kerap menangkap peristiwa yang terjadi di masyarakat.

"Setiap album sih ada ya tentang peristiwa. Kalau dibilang tiap album ada tentang sosial, Bagus kayak nyatet sejarah, sebetulnya. Pokoknya yang terjadi itu ditulis jadi lagu sama dia," ucap Coki.

"Dari tahun ke tahun kalau gue perhatiin liriknya Om Bag (Bagus) secara sosialnya ada, kecintaan terhadap Tuhannya ada, kematian ada, hampir lengkap lah. Kayak 'Zero Toleransi' ya sama aja," sambungnya.

Baca juga: NTRL Mencatat Sejarah Melalui Karya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X