Anang Hermansyah Dukung Via Vallen Laporkan Pelecehan Seksual yang Menimpanya

Kompas.com - 06/06/2018, 15:44 WIB
Anang Hermansyah berbicara dalam jumpa pers peluncuran Dapur Asix Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/5/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Anang Hermansyah berbicara dalam jumpa pers peluncuran Dapur Asix Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/5/2018).

JEMBER, KOMPAS.com -- Anggota Komisi X DPR RI, yang juga pemusik, Anang Hermansyah (49), menyesalkan pelecehan seksual secara verbal yang menimpa penyanyi dangdut Via Vallen.

Anang juga mendukung Via untuk melaporkan apa yang dialaminya itu.

"Aku mendukung langkah Via Vallen, yang membuka tindakan tidak patut oleh siapa pun terhadap perempuan. Bila perlu, bawa masalah tersebut ke ranah hukum," tutur Anang kepada Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

"Tindakan orang tersebut telah merendahkan perempuan dan profesi pekerja seni. Ini harus kita lawan bersama-sama. Aku juga tidak terima atas kasus itu," tutur Anang kepada Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

Baca juga: Mengacu ke Pengalaman Via Vallen, Kirana Larasati Ungkapkan Pelecehan Seksual atas Dirinya

Menurut Anang Hermansyah, pelecehan tersebut tidak boleh dianggap sepele dan tak bisa dibiarkan.

"Kalau cuek-cuek saja dan dibiarkan, tidak menutup kemungkinan ke depan bisa saja terjadi kembali. Untuk itu, aku mendukung Via Vallen untuk melaporkan kasus itu ke penegak hukum," tegasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hannah Al Rashid Puji Via Vallen karena Berani Ungkap Pelecehan Seksual

Anang Hermansyah menambahkan bahwa peristiwa itu harus menjadi catatan bagi pekerja asing di Indonesia.

"Selain kewajiban bisa berbahasa Indonesia, mereka juga harus paham kultur Indonesia, budaya ketimuran. Enggak bisa disamakan dong dengan budaya mereka di negara mereka, kok seenaknya sendiri," ujarnya.

Baca juga: Hannah Al Rashid: Paling Menyedihkan, Orang Malah Salahkan Via Vallen

Atas kejadian itu, Suami Ashanty in meminta kepada PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional, untuk bersikap tegas. “Jika mnggunakan perspektif perlindungan perempuan, tindakan oknum tersbut semestinya harus mendapat sanksi. Ini sebagai wujud komitmen negara memberi perlindungan kepada perempuan,” pungkas Anang. (K90-13)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.