Dewi Sandra: Berani Melecehkan Berarti Ada yang Salah dengan Orang Itu

Kompas.com - 07/06/2018, 05:29 WIB
Dewi Sandra saat ditemui usai jumpa pers peluncuran klip video Cahaya Dalam Sunyi di kawasan kuningan,  Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018). KOMPAS.com/IRA GITADewi Sandra saat ditemui usai jumpa pers peluncuran klip video Cahaya Dalam Sunyi di kawasan kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran dan penyanyi Dewi Sandra mengatakan pelecehan seksual bisa dialami siapa saja, baik lelaki maupun perempuan. Namun kaum hawa lebih sering menjadi korban.

"Tapi mungkin kasusnya lebih banyak terjadi pada perempuan dan rasa malunya lebih besar di perempuan," kata Dewi pada peluncuran klip video Cahaya Dalam Sunyi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).

Oleh karena itu, bintang film Ayat-Ayat Cinta 2 mendukung penuh para korban untuk berani bersuara saat mengalami pelecehan.

"Saya setuju dan mendukung gerakan speak up karena ini hak asasi manusia, dan di mana saat kita merasa terdzalimi kita harus berani menyuarakan," ucap Dewi.

Dewi menambahkah, korban pelecehan seksual harus berani menyatakan bahwa tidak seorang pun pantas mengalami pelecehan seksual.

Menurut Dewi, tindakan pelecehan adalah penyakit hati manusia yang harus dibenahi, untuk itu, para korban harus berani bersuara.

"Melecehkan itu penyakit hati dan benar-benar harus diperbaiki. Kalau berani melecehkan berarti ada yang salah di diri orang itu," ucap Dewi.

"Dan saya rasa kita udah di zaman, di mana yang benar pasti dibela. Jadi kalau kita benar tapi diam gimana mau dibela," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, penyanyi dangdut Via Vallen mengalami pelecehan seksual dari seorang pria yang disebut-sebut merupakan pemain sepak bola terkenal.

Via kemudian mengungkap pengalamannya itu melalui media sosial. Ia mengunggah foto screenshot pesan yang dikirim lelaki itu melalui direct message Instagram.

Baca juga: Via Vallen: Memang Saya Perempuan Apaan?

Tindakannya itu mendapat tanggapan beragam. Ada yang menudingnya lebay karena "melapor" ke media sosial bukan ke polisi.

Namun banyak yang mendukung tindakannya, di antaranya Hannah Al Rashid, Arie Kriting, dan Ernest Prakasa.

Selain mendukung Via Vallen, mereka menyayangkan sikap orang yang justru menyalahkan pelantun "Sayang" tersebut.

Baca juga: Shock, Via Vallen Unggah Screenshot Chat Pelecehan Seksual



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X