Gandeng Andien Aisyah, PT KAI Gelar Pertunjukan Musik di Lawang Sewu

Kompas.com - 03/07/2018, 16:04 WIB
Andien Aisyah menerima cendera mata dari Wakil Kepala Pemasaran Angkutan Penumpang PT KAI Agus Dwinanyo Budiadji, di The Hook, Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018). Andien akan menjadi penampil dalam pertunjukan musik Argo Muria Festival yang digagas oleh PT KAI. KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANAndien Aisyah menerima cendera mata dari Wakil Kepala Pemasaran Angkutan Penumpang PT KAI Agus Dwinanyo Budiadji, di The Hook, Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018). Andien akan menjadi penampil dalam pertunjukan musik Argo Muria Festival yang digagas oleh PT KAI.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengandeng penyanyi Andien Aisyah untuk turut memeriahkan pergelaran Argo Muria Festival.

Acara itu akan digelar di Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu 14 Juli 2018 mendatang.

Wakil Kepala Pemasaran Angkutan Penumpang PT KAI Agus Dwinanyo Budiadji mengatakan bahwa pihaknya mengandeng Andien lantaran sang penyanyi memiliki visi yang sama.

Visi itu tertuang dalam album Andien yang dirilis pada Oktober 2017 lalu, yakni Metamorfosa.

"Yang jelas Mbak Andien ini orangnya konsisten dan cukup menarik perjalanan dari albumnya, khususnya Metamorfosa. Album itu nyambung dengan kami, kami selalu metamorfosa untuk memberikan pelayanan yang baik," kata Agus dalam jumpa pers di The Hook, Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).

Baca juga: Andien Beri Sentuhan Budaya Indonesia dalam Klip Video Warna-warni

Dalam pertunjukan musik ini, Andien akan bernyanyi selama selama satu jam di malam hari.

Ia akan membawakan delapan lagu dari album Metamorfosa dan dua lagu daerah, yakni "Jangkrik Genggong" dan "Gambang Semarang" yang diaransemen dengan nuansa jazz.

Sebelum Andien manggung akan ada penampilan tiga musisi jazz dari Bandung dan Semarang. Mereka merupakan peserta Jazzy Station. Selain itu ada juga bazzar dan exhibition.

Lebih lanjut Agus mengatakan, pertunjukan musik ini merupakan yang perdana diadakan. Lawang Sewu dipilih karena gedung tersebut memiliki sejarah yang kuat dengan industri kereta api di Indonesia.

"Semarang merupakan kota budaya dan sangat bersejarah bagi berdirinya KAI. Lawang Sewu juga merupakan ikon di sana," kata Agus.

Sementara itu, Andien punya alasan mengapa menerima tawaran tersebut. Pertama, konsep yang ditawarkan sangat menarik. Andien berujar, ia dan PT KAI sama-sama bermetamorfosa.

"Kedua, kami punya satu visi, membawa nuansa jazzy di dalam kereta dan orang-orang di Semarang. Ketiga, tidak hanya musik, ada pameran juga. Ada kolobrasi dari peserta Jazzy Station," kata Andien.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X