Para Bintang Kulari ke Pantai Temui Fans di Bali

Kompas.com - 06/07/2018, 11:38 WIB
Suasana acara jumpa para bintang film Kulari ke Pantai di Kuta, Bali, Kamis (5/7/2018). IstSuasana acara jumpa para bintang film Kulari ke Pantai di Kuta, Bali, Kamis (5/7/2018).

DENPASAR, KOMPAS.com - Film Kulari ke Pantai garapan Sutradara Riri Riza mulai tayang di Bali. Pemutaran perdana di Bali diawali dengan acara meet and greet film di Level XXI, Beachwalk, Kuta pada Kamis (5/7/2018).

Bali merupakan kota terakhir dari rangkaian perdana pemutaran film di berbagai kota di tanah air.

“Kami sudah hadir di sejumlah kota, mulai dari Medan, Jakarta, Halmahera bahkan sampai Jayapura,” kata Riri.

Acara jumpa bintang Kulari ke Pantai ini sendiri dihadiri pemeran utama di film tersebut yakni Maisha Kanna yang berperan sebagai Samudra dan Lil’li Latisha yang berperan sebagai Happy.

Film ini berkisah tentang dua sepupu Sam dan Happy yang memiliki kepribadian sangat berbeda. Sam yang anak pantai asal Rote –NTT bersama ibunya Uci akan melakukan perjalanan darat berdua saja. Mereka berangkat dari Jakarta menuju Banyuwangi, Jawa Timur.

Film Kulari ke Pantai karya Riri RizaMiles Films/Kulari ke Pantai Film Kulari ke Pantai karya Riri Riza
Namun, sehari sebelum perjalanan sepupu Sam, Happy berulah saat kumpul keluarga. Di hadapan keluarga Happy merendahkan Sam.

Ibu Happy, Kirana meminta Happy ikut dalam perjalanan dalam perjalanan Sam dan Uci dengan harapan Happy bisa mengenal dan mengharagai spepupunya.

Perbedaan sifat Sam dan Happy membuat perjalanan menjadi penuh tantangan dan tidak sesuai rencana. Berbagai situasi tidak terduga muncul dan berbagai karakter unik dan lucu mereka temui selama perjalanan.

“Saya ingin anak-anak melihat Indonesia melihat film Indonesia yang berkualitas dan menghibur, sekaligus memiliki unsur edukasi tanpa menggurui,” kata Riri.

Film dengan produser Mira Lesmana itu sarat edukasi. Misalnya tentang bagaimana menjalani perjalanan dengan dua sosok berbeda karakter. Saat itulah komunikasi yang baik diperlukan.

Kulari ke Pantai juga memberi pesan mengenai keberagaman. Sepanjang perjalanan mereka singgah di sejumlah tempat dan bertemu orang-orang dengan latar belakang dan karakter berbeda pula.

“Di film ini ada berbagai karakter yang ditemui datang dari berbagai daerah saat menempuh perjalanan 1.000 kilometer. Ada Temanggung, Bromo bahkan dari Papua, Itu adalah gambaran dari sebuah keberagaman,” kata Riri.

Film Kulari Ke Pantai sendiri di garap selama 80 hari. Dengan proses shooting 35 hari dan produksi 45 hari.

Dalam penggarapannya Riri mengaku ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Terutama fisik dan membangun suasana serealistis mungkin. Pemeran dalam film ini bahkan harus belajar berselancar dan bicara menggunakan bahasa dan dialek Rote.

“Banyak persiapan yang dilakukan, terutama fisik karena tim ikut melakukan road trip dari Jakarta beriringan 35 mobil saat shooting,” kata Riri.

Baca juga: Mira Lesmana: Penonton Kulari ke Pantai Didominasi Remaja

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X