Roro Fitria Minta Pendampingan Psikolog

Kompas.com - 19/07/2018, 19:12 WIB
Roro Fitria tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (28/6/2018) untuk menjalani sidang beragenda pembacaan dakwaan dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika. KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANRoro Fitria tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (28/6/2018) untuk menjalani sidang beragenda pembacaan dakwaan dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis Roro Fitria meminta pendampingan psikolog ketika ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, karena kasus narkotika. Hal ini diungkapkan kuasa hukumnya, Dharma Praja Pratama.

"Dari sisi psikologis sih dia minta pendampingan dari psikolog gitu lah untuk dia bisa lebih kuat," kata Dharma dalam wawancara di Studio TransTV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

"Kalau sakit ada, biasa demam gitu-gitu. Kemarin sempat enggak enak badan," imbuhnya.

Ia mengatakan, meski sudah lima bulan sejak ditangkap karena narkoba, Roro masih merasa terpuruk sampai sekarang, terutama karena memikirkan hukuman yang menantinya.

"Pastinya sangat down, masih down. Kami terus memberikan support semangat. Kami berikan masukan bahwa kami pasti perjuangkan dia, bahwa dia hanya pemakai, kami perjuangkan rehabilitasi," ujar Dharma.

Selain kehadiran psikolog, Roro juga terhibur dengan kedatangan kerabat dan teman-temannya yang rutin menjenguk.

"Teman sih ada, keluarga ada sih, cuma buat keluarga inti belum ada yang dateng sih. Awal ketangkep itu ibunya masih di sini dampingi Roro. Terus sekarang kan pertimbangan kesehatan, akhirnya ke Yogya," kata Dharma.

"Biasanya kalau telepon keluarga pakai handphone kami pas mau sidang, telepon minta support," tambahnya.

Sebelumnya, Roro diamankan polisi saat sedang menunggu pesanan sabu seberat dua gram dengan harga Rp 4 juta dan Rp 1 juta untuk jasa kurir. Dari pengakuannya, sabu tersebut akan ia gunakan untuk merayakan Hari Valentine bersama sejumlah rekan artis.

Roro pun didakwa dengan pasal berlapis, yakmi Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika (menyimpan, menguasai, dan memiliki), Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (penyalahgunaan), dan Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (pemufakatan jahat).

Baca juga: Sambil Menangis Roro Fitria Minta Maaf kepada Ibunya



Rekomendasi untuk anda
RECIPES
SUP PANGSIT
SUP PANGSIT
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X