Selain Jennifer Dunn, Jaksa Penuntut Umum Juga Mengajukan Banding

Kompas.com - 23/07/2018, 17:28 WIB
Jennifer Dunn menjalani sidang putusan kasus narkoba yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Jennifer Dunn menjalani sidang putusan kasus narkoba yang menjeratnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan putusan hukuman empat tahun penjara atas artis peran Jennifer Dunn (28) untuk kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Terhadap putusan tersebut, bukan Jennifer saja yang mengajukan banding, melainkan juga jaksa penuntut umum (JPU).

"Kemudian, jaksa penuntut umu juga banding, tapi tidak sama harinya, pada 2 Juli 2018. Perkara tersebut sampai saat ini belum inkrah," ujar Humas PN Jakarta Selatan, Achmad Guntur, ketika ditemui di kantornya, Senin (23/7/2018).

Baca juga: Divonis Empat Tahun Penjara, Jennifer Dunn Ajukan Banding

Banding itu, lanjut Achmad, diajukan karena JPU tidak puas dengan putusan itu.

"Yang jelas, keberatan atas putusan tersebut. Kalau seseorang ajukan banding putusan ke pengadilan negeri, itu berarti keberatan, tidak puas terhadap putusan tersebut," katanya.

Baca juga: Akhir Perjalanan Kasus Jennifer Dunn

Pada 25 Juni 2018 Jennifer Dunn mengajukan banding. Berkas keduanya juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Negeri pada 19 Juli 2018.

"Sesegera mungkin (disidangkan), karena kan ada masa tahanan. Tahanan kan beralih ke Pengadilan Tinggi. Yang jelas, sebelum masa tahanan habis, ya harus segera diputus," ungkapnya.

Baca juga: Kuasa Hukum: Jennifer Dunn Kaget Dengar Vonis 4 Tahun Penjara

Jennifer Dunn divonis empat tahun penjara dan denda Rp 800 Juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Selatan, Senin, 25 Juni 2018.

"Menyatakan terdakwa Jennifer Dunn terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat atau melawan hukum, memiliki, menyimpan atau menyediakan narkotika golongan 1," ujar Ketua Majelis Hakim, Riyadi Sunindyo Florentinus, di Ruang Sidang Utama PN Jakarta Selatan.

"Menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Jennifer Dunn dengan hukuman penjara selama empat tahun dan menjatuhkan denda terhadap terdakwa sebesar Rp 800 Juta. Apabila tidak dibayar maka diganti dengan hukuman penjara selama dua bulan," sambungnya.

Baca juga: Hampir Dua Bulan Perjalanan Jennifer Dunn dari Sidang ke Sidang

Vonis tersebut dipotong masa penangkapan dan penahanan yang sudah dijalani oleh Jennifer.

"Menetapkan masa penangkapan dan penahanan dikurangkan seutuhnya dari pidana yang dijatuhkan," ujar Riyadi pula.

Vonis itu lebih berat dari tuntutan JPU, yang meminta Jennifer dihukum selama delapan bulan penjara dipotong masa tahanan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X