Jadi Sinetron Legendaris, Berapakah Rating Si Doel Anak Sekolahan?

Kompas.com - 02/08/2018, 20:51 WIB
Artis peran Rano Karno, Suti Karno, Maudy Koesnaedi, dan Mandra di sela wawancara promo film Si Doel The  Movie di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (17/7/2018). Film ini akan mulai tayang di bioskop mulai 2 Agustus 2018. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOArtis peran Rano Karno, Suti Karno, Maudy Koesnaedi, dan Mandra di sela wawancara promo film Si Doel The Movie di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (17/7/2018). Film ini akan mulai tayang di bioskop mulai 2 Agustus 2018.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penayangan perdana film Si Doel The Movie yang berlangsung pada Kamis (2/8/2018), membuat banyak orang bernostalgia akan kenangan dari tiap episode sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Sinetron yang tayang sejak 12 Maret 1994 ini mengantongi rating 8,1 berdasarkan penilaian dari situs web IMDb. Rating tersebut terbilang sangat tinggi untuk TV series lokal.

Total selama penayangannya sinetron Si Doel Anak Sekolahan sudah mengoleksi 162 episode dengan jumlah musim sebanyak tujuh. Jumlah ini terbilang cukup banyak untuk sinetron Indonesia, bahkan sampai saat ini.

Melihat ke belakang, film " Si Doel Anak Betawi" yang tayang pada 1972, juga tak kalah pamor. Film yang dibintangi Rano Karno dan Benyamin Sueb ini mendapat rating 7.6 berdasarkan penilaian IMDb.

Baca juga: Hari Pertama Tayang, Si Doel The Movie Diserbu Penonton

Karakter dari masing-masing tokoh pemeran dalam Si Doel Anak Sekolahan yang begitu kuat dan fenomenal membuat Klarijn Loven mengangkatnya sebagai tesis untuk Universitas Leiden, Belanda dengan judul "Si Doel and Beyond: Discourse on Indonesian Television in the 1990s".

Tesis tersebut akhirnya dijadikan sebuah buku dengan judul "Watching Si Doel: Television, Language, and Cultural Identity in Contemporary Indonesia" yang diterbitkan oleh KITLV Press pada tahun 2008.

Menurut Klarijn Loven dalam bukunya, penerimaan pemirsa yang begitu luas dikarenakan keunikan aspek kebahasaannya. Dalam buku tersebut juga mengungkapkan bahwa Si Doel Anak Sekolahan digandrungi tak hanya di dalam negeri saja, tetapi juga di kalangan tenaga kerja Indonesia.

Baca juga: Kisah Rano Karno dan Film Si Doel Anak Betawi 1973...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X