Sebelum Shooting, Livi Zheng dan Tim Juga Berlatih Tari Poco-poco

Kompas.com - 21/08/2018, 11:31 WIB
Sutradara film Hollywood, AS, dari Indonesia Livi Zheng, saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/9/2017). Ia tengah memproduksi film dokumenter berjudul Bali Beats of Paradise yang bercerita tentang maestro gamelan Bali, I Nyoman Wenten. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOSutradara film Hollywood, AS, dari Indonesia Livi Zheng, saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/9/2017). Ia tengah memproduksi film dokumenter berjudul Bali Beats of Paradise yang bercerita tentang maestro gamelan Bali, I Nyoman Wenten.
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com – Sutradara muda Livi Zheng (29) adalah salah satu orang yang terlibat dalam pemecahan rekor Guinnes World Record.

Livi bersama timnya mendokumentasikan penampilan 65.000 peserta Poco-poco di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Minggu (5/8/2018) lalu.

Dalam kunjungannya ke kantor Kompas.com, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018), Livi mengaku bahwa ia dan tim turut berlatih tari Poco-poco.

“Timku latihan poco-poco dari (masih di) Amerika. Timku latihan dua minggu,” ucap Livi.

Setibanya di Indonesia, Livi mengaku bahwa ia dan tim juga kembali melakukan latihan di kediaman Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Ribuan warga melakukan senam poco-poco saat pemecahan rekor dunia senam massal poco-poco di Monas, Jakarta, Minggu (5/8/2018). Kegiatan dalam rangka menyambut Asian Games 2018 itu diikuti 65 ribu peserta dari berbagai kalangan.ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Ribuan warga melakukan senam poco-poco saat pemecahan rekor dunia senam massal poco-poco di Monas, Jakarta, Minggu (5/8/2018). Kegiatan dalam rangka menyambut Asian Games 2018 itu diikuti 65 ribu peserta dari berbagai kalangan.
Livi menambahkan bahwa ia dan tim sedikit mengalami kesulitan saat latihan tari Poco-poco. Menurut Livi, karena tidak ada instruktur mereka berlatih seadanya dari video tutorial di internet.

“Nah karena kita mau shooting Poco-poco, kita harus bisa. Enggak perlu jago banget, tetapi minimal tahu, lancar minimal. Nah kan belajar dari YouTube, di-slow motion. Ya susahnya kan kalau dari YouTube itu terbalik posisi (layar) panduannya. Nah akhirnya dibalik juga posisinya,” tutur Livi.

Livi mengaku sebelumnya ia sudah mengetahui gerakan tari Poco-poco. Namun karena tak pandai menari Livi merasa dirinya menjadi kaku dan harus berlatih kembali agar lancar.

Baca juga: Di Jakarta, Livi Zheng Terima Penghargaan dari Kemenpora

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X