Keberatan Dituntut 2 Tahun Rehabilitasi, Dhawiya Zaida Membela Diri

Kompas.com - 28/08/2018, 16:49 WIB
Dhawiya Zaida dan kekasihnya Muhammad duduk di kursi terdakwa di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (28/8/2018) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGDhawiya Zaida dan kekasihnya Muhammad duduk di kursi terdakwa di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (28/8/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Putri Ratu Dangdut Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, tak terima dengan dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntutnya dua tahun rehabilitasi.

Keberatan tersebut tercantum dalam nota pembelaannya yang dibacakan kuasa hukumnya, Idham Indraputra, di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (28/8/2018).

"Tuntutan itu tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Pendapat ahli, dokter, menyatakan seharusnya Dhawiya direhabilitasi selama tiga sampai enam bulan. Tuntutan jaksa rehabilitasi selama dua tahun itu terlalu berat untuk Dhawiya," kata Idham.

"Alasannya, karena Dhawiya selama dalam penahanan tidak menggunakan narkoba dan dalam keadaan sehat," sambungnya.

Baca juga: Usai Dituntut 2 Tahun Rehabilitasi, Dhawiya Berswafoto dengan Kekasih

Jika dihitung berdasarkan rekomendasi ahli, mereka menyimpulkan idealnya Dhawiya direhabilitasi selama sembilan atau 12 bulan, bukan dua tahun.

"Kan sembilan itu dipotong masa tahanan. Kan Dhawiya sudah menjalani tahanan selama enam bulan. Seharusnya yang dilakukan adalah rehabilitasi sosial untuk mengembalikan Dhawiya secara mental untuk ke masyarakat," ujar Idham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihaknya mengacu pada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010 yang menyatakan bahwa majelis hakim untuk menentukan seorang penyalahguna, harus berdasarkan keterangan ahli.

Mereka juga menyatakan keberatan terhadap dakwaan jaksa yang menggunakan Pasal 114 ayat 1subsider Pasal 112 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menurut mereka, seharusnya Dhawiya hanya dikenakan satu pasal saja, yakni Pasal 127 ayat 1.

"Kami menanggapi dakwaan jaksa yang subsider, kami anggap itu tidak tepat. Seharusnya itu dakwaan biasa. Jadi itu yang kami mohonkan kepada majelis hakim untuk dipertimbangkan.

Selanjutnya, mereka berharap nota pembelaan tersebut dapat diterima majelis hakim.

"Apa pun nanti hasilnya kami lihat. Dhawiya juga punya hak hukum lain jika putusannya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tapi kami harap, apa yang menjadi nota pembelaan hari ini dapat dikabulkan oleh majelis hakim," kata Idham.

Baca juga: Dhawiya Zaida Redakan Tegang dengan Bercanda di Sel Tahanan



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.