JKT48 dan AKB48 Kembali Berkolaborasi di Panggung

Kompas.com - 09/09/2018, 21:20 WIB
JKT48 dan AKB48 dalam kolaborasi menghibur para penonton pada acara Jak-Japan Matsuri 2018 atau yang ke-10 di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (9/9/2018). Acara tahunan iitu merupakan acara peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Sejumlah artis Indonesia dan Jepang memeriahkan acara tersebut, antara lain Raisa, JKT48, AKB48, dan Kiroro. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIJKT48 dan AKB48 dalam kolaborasi menghibur para penonton pada acara Jak-Japan Matsuri 2018 atau yang ke-10 di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (9/9/2018). Acara tahunan iitu merupakan acara peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. Sejumlah artis Indonesia dan Jepang memeriahkan acara tersebut, antara lain Raisa, JKT48, AKB48, dan Kiroro.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Setelah terakhir berkolaborasi di panggung pada 2015, dua grup idola,  JKT48 (Indonesia) dan AKB48 (Jepang), kembali berbagi pentas tahun ini.

Kali ini mereka tampil memeriahkan JAK-Japan Matsuri 2018 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (9/9/2018).

"Seneng banget ke sini dan kami nyanyikan lagu AKB48 dalam bahasa Indonesia. JKT48 juga bernyanyi dalam bahasa Jepang," ucap salah satu member AKB48, Rena Nozawa, di panggung.

Baca juga: JKT48 dan AKB48 Beri Pengumuman Penting di JAK-Japan Matsuri

Penampilan gabungan itu mereka buka dengan lagu-lagu "Kibouteki Refrain" dan "First Rabbit".

Para member JKT48 dan AKB48 seperti biasa memberi penampilan yang enerjik dan ceria. Itu membuat para penggemar mereka bersorak-sorak sambil mengayun-ayunkan kipas serempak.

Ketika "Koisuru Fortune Cookie" disajikan, para penonton semakin terbawa suasana keriaan koreografi JKT48 dan AKB48.

Baca juga: AKB48 Bikin Penonton Melompat dan Berseru Kegirangan

Sebelum aksi pamungkas mereka, sorakan para penonton tambah membahana ketika para member lain JKT48, yang belum mendapat giliran tampil, satu per satu muncul di panggung untuk bergabung dengan para member AKB48.

Kehadiran mereka membuat panggung terlihat penuh. Mereka lalu beramai-ramai membawakan lagu "Hikoukigumo" sambil mengibas-ngibaskan kain putih ke udara.

Sontak para penonton di hadapan mereka juga mengangkat kain putih dan menggoyang-goyangkannya dengan kompak mengikuti irama musik.

Baca juga: AKB48 Akan Meriahkan JAK-Japan Matsuri di Jakarta

Sebagai penutup, JKT48 dan AKB48 mengabadikan momen itu sambil lagi-lagi beramai-ramai melakukan swafoto dengan ribuan penggemar mereka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X