Widyawati Rasakan Sulitnya Jadi Produser dan Pemain - Kompas.com

Widyawati Rasakan Sulitnya Jadi Produser dan Pemain

Kompas.com - 14/09/2018, 19:43 WIB
Artis peran Widyawati Sophiaan saat ditemui di jumpa pers drama musikal Bunga Terakhir Badai & Kasih di The Dharmawangsa Hotel, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2018)KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Artis peran Widyawati Sophiaan saat ditemui di jumpa pers drama musikal Bunga Terakhir Badai & Kasih di The Dharmawangsa Hotel, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Widyawati Sophiaan mengungkap kesulitannya menjadi produser sekaligus pemain dalam drama musikal Bunga Terakhir Badai & Kasih.

"Saya diminta terlibat menjadi produser saya bilang 'waduh naik pangkat nih', tapi saya mencoba dan ternyata stressfull juga ya jadi produser," ungkap Widyawati saat ditemui di jumpa pers drama musikal Bunga Terakhir Badai & Kasih di The Dharmawangsa Hotel, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2018).

"Karena kita mesti ngadepin semua yang biasanya kita sebagai pemain tahu beres," lanjutnya.

Baca juga: Widyawati Merasa Ada Momentum yang Hilang

Meski demikian, bagi Widyawati menjadi produser dan pemain adalah tantangan baru untuknya. Belum lagi, ia harus menari dan menyanyi dalam drama musikal ini.

"Ini suatu pengalaman yang sangat menarik. Yang awal malah lebih di mana saya harus menari, harus menangis, tapi dalam keadaan tertawa, susah aku bilang. Tapi sutradara bilang ibu bisa. Itu kan menarik sekali, ada sesuatu yang tidak hanya saya, ternyata yang lain juga merasakan," paparnya.

Kesulitan lain yang harus dihadapi adalah saat Widyawati harus menari.

"Iya saya jujur yang pertama saya merasakan kagok, canggung, bisa enggak, walaupun latihan di rumah, pas di panggung deg-degan. Tapi setelah selsai tu yang nikmat ya, kayak ada sesuatu," ungkapnya.

Baca juga: Widyawati Melenggok untuk Rumah Sakit Apung

Drama musikal Bunga Terakhir Badai & Kasih melibatkan sederet artis peran Indonesia seperti Miller Khan, Yanti Airlangga, Niniek L Karim, Marini S S, Tike Priyatna, Aida Nurmala dan Widyawati Sophiaan.

Drama musikal ini adalah hasil kolaborasi antara Perempuan untuk Negeri dengan Ari Tulang dan Sidi Saleh selaku sutradara. Titien Wattimena dipercaya sebagai penulis naskah dan Harry Goro sebagai penata musik.

Nantinya akan ada pula penampilan spesial dari artis musik Bebi Romeo dan Punners.

Drama musikal Bunga Terakhir Badai & Kasih akan dipentaskan pada 20-21 Oktober 2018 di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta Selatan.

Baca juga: Widyawati Dianugerahi Lifetime Achievement IMA Awards 2016



Close Ads X