Jon Hamm Percaya Diri Mampu Perankan Batman

Kompas.com - 17/09/2018, 09:56 WIB
Aktor Jon Hamm menghadiri pemutaran perdana film Tag, yang diproduksi Warner Bros. Pictures dan New Line Cinema,  di Regency Village Theatre, Westwood, California, pada 7 Juni 2018. David Livingston/Getty Images/AFPAktor Jon Hamm menghadiri pemutaran perdana film Tag, yang diproduksi Warner Bros. Pictures dan New Line Cinema, di Regency Village Theatre, Westwood, California, pada 7 Juni 2018.

KOMPAS.com -- Aktor Hollywood, Jon Hamm, memiliki kepercayaan diri yang kuat bahwa ia mampu memerankan karakter Batman. Hal itu ia utarakan dalam sebuah wawancara dengan Graham Bensinger.

"Saya mungkin cocok mengenakan kostum itu (Batman). Ya saya harus berolahraga, kegiatan yang kurang saya sukai, tapi saya yakin ada versi menarik tentang itu di luar sana," kata Hamm.

"Jika mereka menawarkan dan memintaku melakukannya, mengapa tidak?" tambah aktor yang pernah membintangi seri televisi Mad Man itu.

Hamm mengaku tahu beberapa penggemar Batman berpendapat ia cocok memerankan si Manusia Kelelawar itu.

"Saya sudah mendengar rumor itu, mungkin sejak Mad Man musim pertama. Saya belum pernah bicara dengan siapa pun tentang hal itu. Saya sudah pernah duduk satu ruangan dengan orang-orang ini, (namun) saya tidak pernah ditawari apa pun," kata Hamm.

"Saya pikir internet menginginkan apa yang diinginkan. Tapi maksud saya, harus banyak orang yang setuju, bukan hanya internet," imbuhnya.

Meski ia penggemar buku komik dan tertarik bermain sebagai Batman, Hamm punya beberapa syarat.

"Itu tergantung pada naskahnya, ceritanya. Saya penggemar komik, selalu. Saya sudah membaca komik sejak berusia sembilan tahun atau kurang dari itu. Saya cukup punya pengetahuan tentang komik," ujar Hamm.

Sebelumnya, aktor pemeran Batman, Ben Affleck, dikabarkan terancam kehilangan perannya itu karena biaya asuransinya yang terlalu besar. Prediksi itu diungkapkan sejumlah orang dalam di industri film Hollywood kepada TheWrap.  

"Kemungkinan besar studio (Warner Bros) bakal menggantikannya karena biaya asuransinya akan naik," kata seorang sumber, perwakilan dari perusahaan obligasi, kepada TheWrap.

Affleck diketahui sedang berusaha menyembuhkan kecanduannya pada alkohol. Pekan lalu, ia menjalani rehabilitasi untuk ketiga kalinya dalam dua dekade terakhir serta yang kedua kalinya dalam waktu satu tahun.

Kondisi itu kemudian membuat nilai asuransi kesehatannya semakin tinggi yang bisa saja dibebankan kepada Warner Bros sebagai rumah produksi.

Sumber itu menambahkan kemungkinan perusahaan asuransi akan meminta setengah dari anggaran pembuatan film The Batman, yang disisihkan di agen escrow (pihak ketiga yang menyimpan uang, sementara menunggu isi kontrak dipenuhi).

Baca juga: Ben Affleck Terancam Batal Perankan Batman karena Masalah Asuransi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X