Aruna dan Lidahnya Bikin Hannah Al Rashid Jadi Berbeda

Kompas.com - 20/09/2018, 16:47 WIB
Hannah Al Rashid berpose ketika menghadiri pemutaran film Aruna dan Lidahnya di XXI Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanHannah Al Rashid berpose ketika menghadiri pemutaran film Aruna dan Lidahnya di XXI Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Film Aruna dan Lidahnya membuat artis peran Hannah Al Rashid jadi berbeda. Biasanya, Hannah selalu memerankan karakter wanita yang tomboi dan jago bertarung. Kali ini, sutradara Edwin membuat Hannah menjadi wanita seutuhnya.

"Itu sulit banget. Biasnya kan main action dan thriller, ini jadi girly banget," kata Hannah kepada Kompas.com saat menghadiri screening film di XXI Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

Secara pribadi Hannah tertantang melakoni adegan sebagai Nad, yang memiliki peran sebagai kritikus kuliner. Ia berujar, karakter itu bisa membuatnya mengeksplorasi peran yang selama ini tidak didapatkanya dalam film lain.

Belum lagi, kata Hannah, ia harus berdialog cukup banyak dalam film ini.

Baca juga: Adri, Peran Unik Hannah Al Rashid

"Bagaimana dialog ini bisa mengirimkan pesan. Tantangan terbesar dan untungnya dibantu sama Mas Edwin," kata Hannah.

Aruna dan Lidahnya merupakan film adaptasi lepas dari novel karangan Laksmi Pamuntjak berjudul sama yang disutradarai oleh Edwin.

Kisahnya tentang Aruna, seorang perempuan lajang berumur pertengahan 30. Ia bekerja sebagai ahli wabah yang punya ketertarikan dengan makanan.

Suatu hari, Aruna ditugaskan untuk menginvestigasi kasus flu burung yang merebak di beberapa tempat di Indonesia.

Ia lalu mengajak sahabatnya Bono (Nicholas Saputra), koki profesional yang ingin menemukan resep-resep autentik kuliner Indonesia.

Lalu, ada Nad (Hannah Al Rashid) yang merupakan kritikus kuliner yang berniat menulis buku. Dalam perjalanan mengeksplorasi masakan nusantara, mereka bertiga bertemu Farish (Oka Antara), mantan rekan satu kantor Aruna.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X