Alasan Edwin Memilih Axel sebagai Drummer Cokelat

Kompas.com - 21/09/2018, 12:26 WIB
(dari kiri) Axel Andaviar, Ronny Febry Nugroho, Jackline Rossy, dan Edwin Marshal, para personel Cokelat, saat jumpa pers singel terbaru Peralihan Hati di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA(dari kiri) Axel Andaviar, Ronny Febry Nugroho, Jackline Rossy, dan Edwin Marshal, para personel Cokelat, saat jumpa pers singel terbaru Peralihan Hati di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band Cokelat kembali mewarnai belantika musik Tanah Air. Setelah ditinggalkan sebagian personelnya beberapa tahun lalu, band asal Bandung tersebut kini siap eksis dengan formasi baru.

Saat ini Cokelat digawangi oleh Edwin Marshal Sjarif (gitar), Ronny Febry Nugroho (bass), Jackline Rossy (vokal) dan Axel Andaviar (drum).

Bergabungnya Axel yang merupakan anak dari Ovy /rif seakan menjadi pelengkap bagi Cokelat. Edwin melihat Axel adalah sosok yang tepat untuk menjadi penabuh drum grup band yang telah berdiri 22 tahun lalu ini.

"Kalau kita nyari drummer anak sekarang itu susah nyari yang gaya permainannya era-era 90-an, yang solid rock nya benar-benar dapat, nah itu yang gue lihat ada di Axel nuansa 90-annya itu," ucap Edwin saat jumpa pers singel terbaru Cokelat "Peralihan Hati" di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

Baca juga: Ngopi Bareng Cokelat di Bentara Budaya Jakarta

Edwin pun cukup terkejut setelah tahu bahwa Axel telah memainkan lagu-lagu milik Cokelat sejak kecil.

"Pas gue lagi main ke rumahnya Axel, nyokapnya ngasih unjuk gue video Axel main drum lagu 'Bendera' waktu umur 10 tahun," ucap Edwin.

"Dari situ gue ngerasa nih anak bisa untuk ngisi Cokelat," tambah Edwin.

Sementara Axel mengaku, tak menyangka bisa menjadi drummer Cokelat setelah sebelumnya hanya sering tampil sebagai additional player untuk band tersebut.

"Kebetulan gue emang lagi nyari rumah sebagai tempat untuk menyalurkan karya gue," ucap Axel saat ditemui di lokasi sama.

Sebagai informasi, Cokelat yang baru saja meluncurkan singel terbaru "Peralihan Hati" sedang merampungkan album kesembilan yang akan dirilis akhir tahun ini.

Gaya bermain drum Axel yang solid, suara Jackline yang mezosopran, serta sentuhan nuansa musik digital pada Cokelat saat ini membuat album baru band ini layak dinanti.

Baca juga: Band Cokelat Coba Hal Baru lewat Peralihan Hati

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X