Kerugian Ahmad Dhani Akibat Alami Persekusi di Surabaya

Kompas.com - 19/10/2018, 20:18 WIB
Artis musik Ahmad Dhani tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, (19/10/2018) untuk melaporkan kasus persekusi yang menimpanya ketika berada di Surabaya, Jawa Timur. Kompas.com/Tri Susanto SetiawanArtis musik Ahmad Dhani tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, (19/10/2018) untuk melaporkan kasus persekusi yang menimpanya ketika berada di Surabaya, Jawa Timur.


JAKARTA, KOMPAS.com - Artis musik Ahmad Dhani mengungkapkan kerugian yang ia derita atas dugaan kasus persekusi terhadapnya ketika berada di Surabaya, Jawa Timur.

"Pasti (ada kerugian). Saya juga datang ke Surabaya niatnya mau liburan sama keluarga. Tiket pesawat dan hotel yang saya bayar Rp 40 juta jelas hilang," ujar Dhani di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes Polri), di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Jumat (19/10/2018).

"Saya batal liburan dan tiket hangus, rugi," sambung pentolan band Dewa 19 tersebut.

Baca juga: Ahmad Dhani Laporkan Inisal EF ke Polisi atas Kasus Persekusi

Sebagai informasi, Dhani mengalami penolakan dari sekelompok penolak deklarasi 2019 Ganti Presiden di Surabaya pada 26 Agustus lalu. Saat itu, dia tertahan di hotel karena massa penolak deklarasi 2019 Ganti Presiden menggelar aksi di depan hotel.

Akibatnya, Dhani tidak bisa bergabung dengan kelompok pendeklarasi 2019 Ganti Presiden di sekitaran Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Lebih lanjut Dhani mengatakan, ia melaporkan EF yang diduga adalah koordinator aksi yang mempersekusinya. Dhani menyerahkan bukti berupa video, foto, dan rekaman CCTV bahwa terlapor melakukan persekusi kepadanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Diduga kuat koordinator. Ada bukti-buktinya. Yang saya laporkan ini di depan Hotel Majapahit," kata Dhani.

Dhani melaporkan EF dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal penjara 5 tahun dan Pasal 18 UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.