Komik Berbahasa Spanyol Dinilai Mengejek Kematian Jonghyun

Kompas.com - 29/10/2018, 06:50 WIB
Kakak Jonghyun (memegang foto) menangis dalam pelukan Minho SHINee saat peti jenazah Jonghyun dimasukkan ke dalam mobil menuju tempat pemakaman dari rumah persemayaman di Asan Hospital, Seoul, Kamis (21/12/2017).AFP PHOTO / JUNG Yeon-Je Kakak Jonghyun (memegang foto) menangis dalam pelukan Minho SHINee saat peti jenazah Jonghyun dimasukkan ke dalam mobil menuju tempat pemakaman dari rumah persemayaman di Asan Hospital, Seoul, Kamis (21/12/2017).

SEOUL, KOMPAS.com -- Majalah mingguan berbahasa Spanyol El Jueves, yang berkantor di Barcelona, telah menerbitkan sebuah komik yang dinilai mengejek kematian Jonghyun, member dari boyband K-pop SHINee.

Jonghyun ditemukan tidak sadarkan diri di apartemennya di Gangnam-Gu, Chungdam-Dong, Seoul, Korea Selatan, pada 18 Desember 2017 petang waktu setempat.

Ia lalu dilarikan ke Konkuk University Hospital, tetapi nyawanya tak tertolong.

Polisi Gangnam, Seoul, kemudian menyatakan Jonghyun bunuh diri.

Baca juga: Keluarga Tidak Ingin Jonghyun SHINee Diotopsi

Seorang penggemar SHINee menerjemahkan komik yang dinilai menghina itu ke dalam bahasa Inggris untuk memberi kejelasan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut melalui dunia maya.

Komik yang dibikin oleh Raul Salazar itu dinilai bermuatan hal-hal mengenai pelecehan seksual, eksploitasi, depresi, dan bunuh diri.

Baca juga: Lagu Baru Mendiang Jonghyun SHINee Dilarang Diperdengarkan

Penggemar yang membuat terjemahan tersebut juga mengungkapkan maksud penggunaan kata "Pinypons" untuk menggambarkan Jonghyun dan industri K-pop.

Para idola K-pop, termasuk Jonghyun, diibaratkan seperti "Pinypons", mainan berupa boneka plastik berikut perlengkapannya yang diproduksi secara massal.

Baca juga: Jonghyun SHINee Bikin Video Musik Beberapa Hari Sebelum Meninggal

Para penggemar SHINee menunjukkan pula bahwa Raul Salazar juga membuat sebuah komik lain yang serupa pada hari Jonghyun meninggal.

Komik itu menuding Jonghyun bermaksud bergabung ke "27 Club", julukan bagi para ikon musik yang meninggal dunia pada usia 27 tahun, antara lain Janis Joplin, Jimi Hendrix, dan Jim Morrison.

Baca juga: Keluarga Jonghyun SHINee Dirikan Yayasan untuk Bantu Artis Muda

Seorang penggemar yang lain sudah memulai meluncurkan sebuah petisi melalui dunia maya untuk menutup majalah tersebut.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X