Ahmad Dhani Ungkap Penggunaan Kata "Diludahi" untuk Kasus Ujaran Kebencian

Kompas.com - 05/11/2018, 20:59 WIB
Ahmad Dhani menjalani sidang kasus ujaran kebencian yang menjeratnya dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/11//2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanAhmad Dhani menjalani sidang kasus ujaran kebencian yang menjeratnya dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/11//2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa Ahmad Dhani mengungkap alasannya menggunakan kata "diludahi" dalam twit yang diunggahnya pada 6 Maret 2017.

Twit itu berbunyi, "Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi muka nya - ADP".

"Karena saya takut misalnya wajib digantung, saya akan kena hukum pidana. Atau wajib dipukuli, itu kena pidana. Sepegentahuan ilmu hukum sederhana saya, kalau diludahi tidak bisa kena pidana," kata Dhani ketika menjalani sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (5/11/2018).

Baca juga: Ahmad Dhani Yakin Lolos dari Tuduhan Kasus Ujaran Kebencian

Dhani juga menjelaskan bahwa kata "siapa saja yang dukung penista agama" bukan ditujukan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kata tersebut Dhani tujukan luas kepada orang yang melakukan penistaan terhadap agama apapun.

"Menurut saya pendukung penista agama wajib di ludahi," kata Dhani kepada Hakim Ketua Ratmoho.

"Tapi memang kalau enggak ada peristiwa Ahok, tidak menjadi inspirasi saya untuk melihat kenyataan bahwa di Indonesia ini memang agak aneh masyarakatnya," sambung Dhani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dhani mengatakan bahwa twit yang ditulisnya adalah sebuah pemikiran dan pendapat yang ia ungkapkan ke publik.

"Itu pendapat saya. Saya punya pemahaman bahwa pendapat saya adalah sesuatu yang dilindungi konstitusi," kata Dhani.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.