Mencari Soetedja, Film Dokumenter Karya Sineas Lokal Banyumas Tembus Layar Lebar

Kompas.com - 13/11/2018, 11:42 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com - Film dokumenter karya sineas Banyumas Raya menembus layar lebar dan bioskop lokal.

Capaian ini tak lepas dari Jaringan Kerja Film Banyumas Raya (JKFB) dan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga yang bekerjasama dengan Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan film dokumenter bertajuk Mencari Soetedja.

Peluncuran film ini rencananya akan dilakukan di Rajawali Theatre Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (15/11/2018) pukul 09.30 WIB mendatang.

Sutradara Mencari Soetedja, Bowo Leksono mengatakan, film tersebut mengangkat sosok komponis kenaman Raden Soetedja Purwodibroto, yang lebih dikenal lewat lagu berjudul "Ditepinya Sungai Serayu".

Baca juga: Si Buta dari Gua Hantu Siap Diangkat ke Layar Lebar

 

Instrumen lagu keroncong legendaris ini yang selalu didendangkan melalui pelantang ketika kereta memasuki peron stasiun Daop 5 Purwokerto.

Bowo menuturkan, film dokumenter berdurasi 24 menit ini bertutur mengalir dari putra-putri dan keponakan Raden Soetedja, serta beberapa orang yang merasa bersinggungan secara kesejarahan.

Proses pengambilan gambar dilakukan di beberapa tempat yaitu sekitar Banyumas, komplek Pasar Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jakarta Pusat, Bekasi, Depok, Tangerang dan Bandung.

"Proses riset film dokumenter ini memakan waktu sekitar delapan tahun. Penggalian narasi tentang Soetedja ini cukup sulit. Awalnya hanya berbekal sebuah kliping fotokopian koleksi keluarga, bahan artikel dari media massa, blog dan tulisan salah satu narasumber film -Sugeng Wijono-," katanya, Selasa (13/11/2018).

Bowo menuturkan, tantangan terbesar dari proses pembuatan film ini adalah narasumber primer. Pasalnya, selain wawancara dengan putra-putri Soetedja, kru harus menggali karakter sang maestro dari tokoh-tokoh sezaman atau masuk dalam perlintasan proses berkarya bersama Soetedja.

"Para seniman dan komponis yang sezaman dengan Soetedja hampir semuanya telah tiada. Mulai dari S Bachri, Bing Slamet hingga Suyoso Karsono, perwira tinggi Angkatan Udara Republik Indonesia sekaligus pendiri Irama Record. Terakhir, Nien Lesmana, istri mendiang Jack Lesmana, orangtua musisi jazz Indra Lesmana, yang banyak menyanyikan lagu-lagu Soetedja meninggal di tahun 2017 lalu. Pun demikian dengan seniman-seniman Purwokerto yang pernah mengisi kesenian di RRI Purwokerto," ungkapnya.

Baca juga: Kisah #CrazyRichSurabayan Diminati untuk Diangkat ke Layar Lebar

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.