Agensi BTS Minta Maaf kepada Korban Bom Atom di Korea

Kompas.com - 16/11/2018, 17:34 WIB
Tiga member BTS, (dari kiri) Jimin, J-Hope, dan V memamerkan kaus istimewa saat tiba di Bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan, Rabu (24/10/2018). Koreaboo/MindmineTiga member BTS, (dari kiri) Jimin, J-Hope, dan V memamerkan kaus istimewa saat tiba di Bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan, Rabu (24/10/2018).

KOMPAS.com -- Agensi yang menaungi boyband Bangtan Boys atau BTS, Big Hit Entertainment, menyampaikan permintaan maaf resmi kepada para korban bom atom dari Hapcheon, Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan, Jumat (16/11/2018).

Sebelumnya, salah satu member BTS, Jimin, menuai kontroversi karena mengenakan t-shirt bergambar bom atom. 

Sebagai informasi, 70 persen korban bom atom Korea berasal dari Hapcheon dan banyak korban bom atom yang menetap di daerah ini setelah kembali dari Hiroshima pascaperang. Karena itu, Hapcheon disebut sebagai Hiroshima Korea.

"Karena ada kemungkinan besar bahwa korban terluka (akibat insiden itu), kami berpikir bahwa adalah kewajiban kami untuk menghubungi mereka secara pribadi. Meskipun kami tak berniat apa-apa, jika ada korban yang terluka oleh (penggunaan t-shirt itu), kami sangat meminta maaf," kata perwakilan dari Big Hit, Lee Jin Hyung.

Permintaan maaf tersebut ia sampaikan saat mengunjungi Museum Bom Atom Hapcheon pada Jumat siang. Ia juga mengadakan pertemuan pribadi dengan sekitar 10 perwakilan dari Asosiasi Korban Bom Atom Korea untuk meminta maaf.

"Ini bukan pertemuan yang ditujukan untuk media, tetapi untuk bertemu dengan asosiasi dan korban secara langsung," tambah Lee Jin Hyung.

Setelah pertemuan tertutup tersebut, asosiasi kemudian memberi pernyataan resmi bahwa para korban bom atom Korea memahami dan bersimpati atas rangkaian kejadian tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah mengeluarkan isu tentang t-shirt member BTS yang menggambarkan pemboman atom, Jepang--pelaku kejahatan perang--bersikap seolah-olah mereka satu-satunya negara di dunia yang terkena bom atom, ketimbang meminta maaf," ujar Pemimpin Asosiasi Lee Gyu Yeol.

“Saya tidak dapat menyembunyikan keterkejutan saya atas bagaimana beberapa media Jepang tak berpikir berdasarkan sejarah, mencoba untuk menghentikan penampilan BTS di sana, menunjukkan sikap munafik, bukannya mencoba membangun sentimen publik di mana (warganya) dapat mencerminkan sejarah agresi negara mereka," tambahnya.

Lee Gyu Yeol menambahkan lagi bahwa daripada berpikir bahwa Korea mencapai kemerdekaan karena bom atom, ia ingin semua orang fokus pada sifat tidak manusiawi dari bom itu.

Halaman:


Sumber Soompi
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.