Lewat Senggigi Sunset Jazz 2018, Para Pedagang Kecil Titipkan Harapan Setelah Gempa Lombok

Kompas.com - 09/12/2018, 19:44 WIB

SENGGIGI, KOMPAS.com -- Selain menggelar pertunjukan-pertunjukan musik jazz,  kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Archipelogoes Strategic Solutions atau Archiss menawarkan hal yang berbeda pada Senggigi Sunset Jazz 2018.

Senggigi Sunset Jazz 2018 diadakan di Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada Minggu (9/12/2018).

Pinggir jalan masuk menuju pangung acara tersebut dipenuhi tenda-tenda para pedagang kecil kaki lima, terutama penjual kuliner khas Lombok.

Panitia penyelenggara acara itu memang menyiapkan tenda-tenda rapi dan gratis tersebut untuk mereka.

"Ini baru jazz yang merakyat. Kami tidak disisihkan gara-gara ada artis-artis Ibu Kota datang. Kami dikasih tenda gratis untuk tempat berjualan," kata Rohana, pedagang kecil yang berasal dari Senggigi, kepada Kompas.com, Minggu (9/11/2018) siang. 

Baca juga: Membangkitkan Pariwisata Lombok lewat Senggigi Sunset Jazz 2018

Rohana merupakan salah seorang korban selamat dari gempa yang telah mengguncang Lombok pada 29 Juli 2018.

Sayup-sayup terdengar penyanyi Eva Celia dan ayahnya, pemusik jazz Indra Lesmana, menjalani sound check sebagai bagian dari persiapan sebelum tampil.

Baca juga: Indra Lesmana dan Eva Celia Akan Tampil di Senggigi Sunset Jazz 2018

Selain Rohana, Khalid, pedagang gasing (mainan tradisional anak Lombok yang terbuat dari buah Jampung), berharap banyak dari Senggigi Sunset Jazz 2018.

Menurut Khalid, sampai memasuki bulan keempat sesudah gempa Lombok, Pantai Senggigi, dengan pemandangan matahari tenggelamnya yang indah, masih sepi dari para pelancong luar dan dalam negeri.

"Saya berharap dari event ini kemudian Senggigi ramai terus ya. Kami tetap berdoa dan mungkin saatnya doa kami terkabul," ucapnya.

Baca juga: Vina Panduwinata Siapkan Kejutan di Senggigi Sunset Jazz 2018

Para pedagang kecil di sepanjang Pantai Senggigi, termasuk Rohana dan Khalid, menempatkan Senggigi Sunset Jazz 2018 sebagai penyambung harapan mereka yang patah setelah gempa Lombok.

"Kami tidak perlu kenal penyanyinya, banyak yang baru. Tapi, yang jelas, mereka datang ke mari membawa kabar baik agar wisatawan datang lagi ke Lombok ini," tutur Ana, pedagang sate Bulayak, salah satu kuliner khas Lombok.

Pihak Humas Lombok Barat, Saiful Ahkam Mahfudz, mengatakan bahwa Senggigi Sunset Jazz 2018 memang ditujukan untuk membantu para warga Lombok yang terpuruk akibat gempa.

"Kami mempersembahkan ini untuk mereka. Ini pesta mereka dan jazz memberikan rasa nyaman dalam musik-musiknya. Rakyat juga mesti dikenalkan genre musik seperti ini, di samping membuka peluang mendatangkan lagi para wisatawan ke Lombok lewat musik," ujar Ahkam.

Baca juga: Andien Merasakan Kesedihan Saat Kunjungi Korban Gempa Lombok

Sejumlah artis musik memeriahkan pangung Senggigi Sunset Jazz 2018. Mereka adalah Brigitta, RAN, Indra Lesmana bersama Eva Celia, Vina Panduwinata, Andien, dan Pusakata.

Lanjut Ahkam, para penampil tersebut tentu akan menebar kabar baik tentang Lombok ke wilayah-wilayah lain di dalam dan luar negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.