Pohon Pisang Jadi Daya Tarik Film DreadOut

Kompas.com - 12/12/2018, 19:40 WIB
Game Developer DredOut Rachmad Imron,  sutradara Kimo Stamboel, aktor peran Caitlin Halderman, produser Wida Handoyo, art director Ade Gimbal (dari kanan ke kiri) berpose di sela wawancara promo film DreadOut di Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Film yang bergenre horor ini diangkat dari sebuah game buatan developer lokal Indonesia yaitu Digital Hapiness. Film ini akan segera tayang pada 3 Januari 2019 mendatang.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Game Developer DredOut Rachmad Imron, sutradara Kimo Stamboel, aktor peran Caitlin Halderman, produser Wida Handoyo, art director Ade Gimbal (dari kanan ke kiri) berpose di sela wawancara promo film DreadOut di Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). Film yang bergenre horor ini diangkat dari sebuah game buatan developer lokal Indonesia yaitu Digital Hapiness. Film ini akan segera tayang pada 3 Januari 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pohon pisang rupanya menjadi suatu properti yang mesti ada ketika sutradara Kimo Stamboel menggarap film action-horror DreadOut.

Penata artistik Ade Gimbal mengaku harus mempersiapkan kebutuhan tersebut ketika lokasi shooting di Studio Alam Depok, Jawa Barat, tidak ada pohon pisang di sekelilingnya.

"Ada satu hal menarik. Itu pohon pisang. Ada survei lokasi enggak ada pohon pisang, itu harus ditanam sama kami," ujar Ade ketika berbincang di ruang redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Ade bersama sejumlah kru lain mencari pohon-pohon pisang tersebut dan akhirnya berhasil membawa 200 pohon pisang untuk ditanam di lokasi shooting.

Rasa penasaran muncul di benak Ade ketika harus mengumpulkan pohon-pohon pisang tersebut.

"Saya penasaran kenapa harus ada pohon pisang? Pada game-nya memang ada simbol pohon pisang di mana-mana, pas mau shooting di hari terakhir baru ketemu pohon pisang. Saya tanya ini kenapa harus ada pohon pisang?" kata Ade.

"Ternyata memang alasan yang tidak mengharuskan, alasannya kan bikin gondok, ah gua mati-matian nyari pohon pisang ternyata alasannya begitu doang," ucap Ade yang membuat Kimo tertawa.

Kimo menjelaskan bahwa kebutuhan pohon pisang sebenarnya untuk menambah kesan mistis.

"Itu kan Indonesia. Kalau ada pohon pisang kan kadang-kadang ada penunggunya, ini ada apa? Itu mistik. Padahal enggak ada apa-apa, itu hanya pohon pisang," ujar Kimo lalu tertawa.

Sementara itu, pembuat game DreadOut, Rachmad Imron, mengatakan bahwa adanya pohon pisang dalam game tersebut untuk memperkenalkan eksotisnya pohon tersebut.

"Itu kan untuk international audience, pohon pisang kan eksotis. Saat ada pocong bawa celurit itu muncul di kuburan dan sekelilingnya ada pohon pisang," kata dia.

Film DreadOut merupakan film yang diadaptasi dari sebuah permainan game video berjudul sama yang dibuat oleh Rachmad Imron.

DreadOut menjadi game indie horror yang populer di platform internasional STEAM dan menjadi semakin popular ketika PewDiePie (YouTuber Internasional) memberikan review positif terhadap game ini.

Untuk versi filmnya digarap oleh rumah produksi GoodHouse Production bekerja sama dengan CJ Entertainment, Sky Media, dan Nimpuna Sinema & Lyto.

Film ini mengisahkan bagaimana Linda yang memiliki kekuatan supranatural bisa terjebak di dalam “DreadOut” bersama kakak-kakak kelasnya. Rencananya akan tayang pada 3 Januari 2019 di seluruh jaringan bioskop Tanah Air.

Baca juga: Kimo Stamboel Harus Tahan Diri Saat Garap Film DreadOut demi Lulus Sensor

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X