Ifan Seventeen Hindari Keramaian karena Masih Trauma - Kompas.com

Ifan Seventeen Hindari Keramaian karena Masih Trauma

Kompas.com - 12/01/2019, 10:05 WIB
Ifan Seventeen dalam wawancara seusai menggelar pengajian untuk mendiang istrinya, Dylan Sahara, dan personel Seventeen lainnya di Kompleks DPR Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019) malam,  yang meninggal akibat musibah tsunami Selat SundaKompas.com/Tri Susanto Setiawan Ifan Seventeen dalam wawancara seusai menggelar pengajian untuk mendiang istrinya, Dylan Sahara, dan personel Seventeen lainnya di Kompleks DPR Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019) malam, yang meninggal akibat musibah tsunami Selat Sunda

JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis Riefian Fajarsyah (35) alias Ifan Seventeen mengaku memilih untuk menyendiri untuk sementara waktu akibat rasa trauma dari musibah tsunami Selat Sunda.

"Sekarang lagi menghindari keramaian," kata Ifan saat dijumpai sesuai menggelar pengajian di Kompleks DPR Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat malam (11/1/2019).

Dalam musibah itu, Ifan yang sedang manggung bersama Seventeen dalam acara gathering karyawan PLN di Tanjung Lesung, Banten, diterjang tsunami.

Baca juga: Ifan Seventeen Akui Trauma Berat

Ifan selamat, sedangkan tiga personel Seventeen dan istri Ifan, Dylan Sahara, tewas akibat musibah tersebut.

Ifan menambahkan, kehilangan orang-orang dicintainya itulah yang membuatnya ingin menyendiri. Ifan ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Sekarang jadi banyak zikir, ngaji. Sebenarnya aku juga pernah diposisi, yang tidak ada yang bisa menolong situasi dan kondisi itu kecuali Allah. Makanya untuk menyembuhkan penyakit trauma itu adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah," ujar Ifan.

"Aku masih trauma sama keraiaman, aku butuh mengendalikan itu lagi," tambah dia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X