Jessica Mila Sempat Memar dan Tertimpa Besi Saat Shooting Mata Batin 2

Kompas.com - 12/01/2019, 12:37 WIB
Artis peran Jessica Mila saat ditemui di gala premiere film Mata Batin 2 di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Artis peran Jessica Mila saat ditemui di gala premiere film Mata Batin 2 di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Jessica Mila mengatakan, menjalani shooting film Mata Batin 2 adalah perjuangan berat baginya. Bahkan, Jessica sempat mengalami memar di beberapa bagian tubuh serta tertimpa besi dalam proses pengambilan gambar.

"Sempat beberapa kali biru-biru (memar), ada scene aku lari naik turun tangga terus jatuh kepeleset di tangga. Terus kejatuhan besi gagang pintu di kaki," ujar Jessica saat ditemui di gala premiere film Mata Batin 2 di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Jessica juga harus menahan napas cukup lama di dalam sebuah bak mandi. Hal itu dirasa cukup membuatnya kesulitan.

"Terus ada scene di trailernya yang aku tiduran di dalam bathtub, terus aku harus tahan napas kurang lebih 30 detik, dan itu menurut aku susah banget. Karena ternyata kalau kita tahan napas sambil tiduran, itu airnya akan tetep masuk, dan itu sakit banget. Jadi memang perjuangannya lumayan," kata Jessica.

Baca juga: Film Mata Batin 2 Menguras Energi Jessica Mila

Belum lagi beberapa adegan sulit tersebut harus dilakukan Jessica tanpa berlatih terlebih dahulu. Meski demikian, Jessica mengaku melakukannya dengan senang hati.

"Enggak pakai latihan, jadi on the spot. Pak Rocky sudah bilang ini bakal susah, tapi enggak apa-apa. Aku memang suka juga kalau dapat tantangan seperti itu. Ya ini sudah tanggung jawab aku untuk jalanin scene apapun," paparnya.

Film Mata Batin 2 masih menceritakan tentang tokoh Alia (Jessica Mila) yang memiliki mata batin sehingga bisa melihat makhluk halus. Sepeninggal sang adik, Alia memutuskan untuk tinggal di panti asuhan yang dikelola oleh pasangan Bu Laksmi (Sophia Latjuba) dan Pak Fadli (Jeremy Thomas).

Di panti asuhan ini ia merasakan hal-hal aneh. Rupanya Alia tak sendirian, rekannya di panti asuhan Nadia (Nabilah Ayu) juga sering mendengar suara-suara minta tolong dari dinding panti.

Rupanya Alia dan Nadia tak sengaja membuka pintu sebuah kamar misterius yang terkunci dan membebaskah Darmah, arwah penuh dendam di kamar tersebut. Bersama dengan Bu Windu (Citra Prima), pembimbing mata batinnya, Alia harus menghadapi Darmah demi menyelamatkan panti asuhan

Film arahan sutradara Rocky Soraya ini dijadwalkan akan tayang pada 17 Januari 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X