Lukman Sardi Tertantang Menyuarakan Puisi Karya Amir Hamzah di Panggung Teater

Kompas.com - 12/01/2019, 21:18 WIB
Aktor Lukman Sardi saat ditemui dalam jumpa pers pertunjukkan teatet Nyanyi Sunyi Revolusi di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA Aktor Lukman Sardi saat ditemui dalam jumpa pers pertunjukkan teatet Nyanyi Sunyi Revolusi di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktor Lukman Sardi mengaku memiliki kendala dalam memerankan sosok Sastrawan Amir Hamzah dalam pementasan teater bertajuk Nyanyi Sunyi Revolusi, yang digagas oleh Titimangsa Foundation.

Menurut Lukman, sajak puisi karya Amir Hamzah yang begitu emosional dan kompleks, memberinya tantangan untuk menyuarakannya dengan tepat dalam sebuah dialog di panggung teater.

"Seperti tadi bahwa bagaimana naskah ini ditampilkan dengan begitu sunyi, tapi disampaikan melalui suara dari panggung yang bisa keluar tanpa menghilangkan sense of art itu sendiri, kan sulit," ucap Lukman saat ditemui dalam jumpa pers pementasan teater Nyanyi Sunyi Revolusi di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Baca juga: Lukman Sardi Andalkan Riset dan Buku untuk Dalami Karakter Amir Hamzah

Lukman mengatakan, tantangan lainnya yang harus ia hadapi adalah bagaimana berdialog dengan suara yang tinggi tanpa mengurangi makna dari emosi dialog itu sendiri.

"Kadang-kadang kita juga di panggung itu terjebak dengan tuntutan suara yang keras tapi juga harus dibalut dengan emosional yang kuat, nah ini salah satu kesulitan tersendiri," ungkap Lukman.

Selain itu, untuk menyempurnakan dialog yang ada, Lukman juga harus memerhatikan setiap gestur, agar makna tersirat dari tiap cerita dapat tersaji dengan baik dan bisa diterima oleh penonton.

"Makanya kaya tadi Prisia (Nasution) bilang bahwa di sini juga tidak hanya ngomong teriak-teriak yang besar, tetapi ada tantangan juga tentang kesenian itu tadi," ucap Lukman.

"Tentang impulse-impulse, gerak-gerak yang kecil, mulai dari gerakan tangan yang kecil atau apapun dan ini menjadi sangat menarik untuk dunia teater," sambungnya.

Baca juga: Tatapan Mata Penonton Bikin Prisia Nasution Gugup Main Teater

 




Close Ads X