Adly Fairuz dan Tim Sinetron Jodoh Wasiat Bapak Shooting di Semarang

Kompas.com - 26/01/2019, 09:48 WIB
Artis peran Adly Fairuz dan kekasihnya Angbee Rishi saat menghadiri acara Indonesian Television Awards 2017 di MNC Tower, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (20/9/2017). KOMPAS.com/Dian Reinis KumampungArtis peran Adly Fairuz dan kekasihnya Angbee Rishi saat menghadiri acara Indonesian Television Awards 2017 di MNC Tower, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (20/9/2017).

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemain sinetron  Adly Fairuz bersama seluruh awak kru dan pemeran Jodoh Wasiat Bapak melakukan shooting di Kota Semarang, Jawa Tengah. Semarang dipilih karena ingin menghadirkan suasana baru untuk sinetron tersebut.

Proses shooting di Semarang akan berlangsung selama kurang lebih delapan hari di sejumlah objek wisata di Semarang. Seluruh kru diajak menikmati suasana di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Para pemeran yang diajak mengambil gambar di Semarang antara lain Anggbeen Rish, Kinaryosih, Tessa Kaunang, Gunawan Sudradjat, Rezca Syam, Lavicky Nicholas, Dafina Jamasir, Chika Waode, Bopak Castello, Abun Hadi, Daus Separo, Mpok Atiek, Hasan Bewok, Annette Edoarda, Sukrie Jambul dan lainnya.

Baca juga: Adly Fairuz Kunjungi Penggemar yang Terbaring Sakit

"Shooting di Semarang mulai 26 Januari sampai 2 Februari 2019. Ada enam lokasi di Kota Semarng dan Kabupaten Semarang yang dipakai sebagai lokasi pengambilan gambar," kata Adly, di sela santunan anak yatim piatu di Semarang, Jumat (25/1/2019) malam.

Ia mengatakan, kru sinetron Wasiat Jodoh Bapak akan mengeksplor dan mengampanyekan keindahan sejumlah destinasi wisata di Semarang.

Destinasi wisata yang diambil pertama yaitu di Puri Maerokoco Semarang, kemudian berlanjut ke Eling Bening di Kabupaten Semarang. Selain itu, pengambilan gambar juga akan dilakukan di Pantai Marina, Semarang.

Sinetron Jodoh Wasiat Bapak sendiri tayang setiap hari pukul 19.45 WIB sampai 21.45 WIB di salah satu stasiun televisi.

"Shooting juga akan berlangsung di Pagoda Avalokiteswara dan berakhir di The Wujil Kabupaten Semarang," tambahnya.

Adly mengatakan, Semarang banyak potensi yang bisa digali. Hal itu dilihat dari kunjungannya ke ibu kota Semarang itu.

“Saya sering sekali berkunjung ke Semarang. Ketika jalan-jalan di Semarang, saya melihat banyak lokasi yang sebenarnya bagus untuk dikembangkan atau digunakan sebagai lokasi shooting,” tambahnya.

Ia berharap selama shooting di Semarang, pihaknya bisa ikut menggenalkan menggali potensi wisata secara lebih luas.

Warga Semarang juga dipersilahkan jika ingin melihat secara dekat proses pengambilan gambar di lokasi-lokasi tersebut.

"Kami mempersilkan jika ada dari warga yang datang ke lokasi shooting untuk melihat langsung proses pengambilan gambar," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X