Badai Eks Kerispatih: RUU Permusikan Tak Akan Batasi Kreativitas Musikus

Kompas.com - 30/01/2019, 13:16 WIB
Band Kerispatih bersama Badai dan Sammy Simorangkir saat ditemui usai latihan di Practice Studio Room, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (29/1/ 2019). KOMPAS.com/IRA GITABand Kerispatih bersama Badai dan Sammy Simorangkir saat ditemui usai latihan di Practice Studio Room, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (29/1/ 2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Keyboardist dan pencipta lagu, Badai eks "Kerispatih", mengatakan salah satu pentingnya ada sebuah undang undang yang mengatur permusikan adalah bisa mencegah lagu dikreasikan untuk kepentingan-kepentingan lain. 

Hal itu Badai sampaikan saat ditemui di Practice Studio Room, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (29/1/ 2019).

"Nah, ini diatur supaya tidak dikreasikan untuk kepentingan-kepentingan yang lain, contoh ada satu lagu diperuntukan untuk kepentingan politik, untuk kepentingan SARA, itu yang diatur, bukan kebebasannya," kata Badai.

Ia yakin, RUU Permusikan jika sudah resmi nantinya menjadi undang undang, tak akan membatasi ruang gerak seniman musik untuk berkreasi.

Baca juga: DPR Janji Segera Rampungkan RUU Permusikan

Menurut Badai, yang bakal dibatasi hanyalah publikasinya ke ruang publik agar karya-karya tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

"Kalau kebebasannya bebas, tapi ketika dipublikasikan kepada ruang publik, nah itu yang kami batasi supaya Indonesia ini tidak penuh dengan karya-karya dalam tanda kutip mengandung potensi negatif," tutur Badai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena banyak banget lagu A dipakai tanpa izin oleh kampanye politik misalnya, enggak bisa ngapa-ngapain, diubah lirik segala macam. Padahal aslinya lagi itu bukan untuk kepentingan politik," sambungnya.

Hal itu tertuang dalam pasal 5 dan 50 RUU Permusikan. Isinya tentang musisi dilarang menciptakan karya yang mendorong masyarakat melakukan kekerasan, perjudian, penyalahgunaan NAPZA, memuat konten-konten pornografi, SARA, mendorong perlawanan hukum, hingga membawa pengaruh budaya asing dan lain-lain.

Namun, bagi sebagian musisi, pasal itu dikhawatirkan justru akan membatasi ruang gerak mereka dalam berkarya.

Baca juga: Cholil ERK: RUU Permusikan Banyak yang Harus Diperbaiki

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.