Marcell Siahaan: RUU Permusikan Tidak Urgent

Kompas.com - 05/02/2019, 11:05 WIB
Marcell Siahaan saat ditemui usai  pertemuan Anang Hermansyah dengan pegiat musik untuk membahas draft RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). Kompas.com/Ira GitaMarcell Siahaan saat ditemui usai pertemuan Anang Hermansyah dengan pegiat musik untuk membahas draft RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Marcell Siahaan berpendapat bahwa Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan bukanlah sesuatu yang mendesak.

Hal itu dikatakan Marcell saat ditemui usai pertemuan Anang Hermansyah dan pegiat musik untuk membahas draft RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

"Sebetulnya enggak urgent, bukan hanya masalah isi atau kontennya, tapi dari awal pun ini sudah tidak urgent, karena saya berpikirnya efisien efektif aja," kata Marcell.

Baca juga: Pengamat Musik: RUU Permusikan Harus Dikawal Sampai Habis

Menurut pelantun tembang "Peri Cintaku" itu, RRU Permusikan tidak lagi berguna karena berbagai hal tentang musik sudah banyak tertuang di beberapa Undang Undang.

"Banyak hal yang sebetulnya sudah di atur dengan Undang Undang, ada UU HKI, ada UU Kebudayaan. Itu sudah berbicara sedikit tentang seni mengenai musik. Jadi buat saya tidak perlu lagi membuat Undang Undang," ucap Marcell.

Marcell pun mengibaratkan undang-undang yang sudah ada sebagai lahan parkir yang harus dibenahi. Sedangkan RUU Permusikan adalah lahan parkir baru yang berpotensi menimbulkan masalah-masalah baru.

"Logikanya begini, kita nih sekarang udah punya tempat parkir, terus ada mobil banyak dan berantakan. Tugas kita ngapain? Markirin mobil dan rapihkan mobilnya," tutur Marcell.

"Tapi yang terjadi saat ini grasa grusu tanpa nanya siapa-siapa, inisiatif sendiri, buka lahan parkir baru. Undang Undang baru kan lahan parkir baru," ujarnya.

"Apakah UU baru ini ntinya tidak menimbulkan masalah ? Akan menimbulkan masalah baru," sambung Marcell.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X