To Dust: Pertemanan dan Misteri Kematian

Kompas.com - 11/02/2019, 18:06 WIB
Matthew Broderick (kiri) dan Geza Rohrig membintangi film To Dust. Dok IMDbMatthew Broderick (kiri) dan Geza Rohrig membintangi film To Dust.
Editor Ati Kamil

KOMPAS.com -- Memandang kematian secara ilmiah bagi sebagian orang menjadi terapi untuk menghadapi misteri di balik kematian itu sendiri.

Itulah yang dipaparkan film To Dust (2018), yang dibintangi oleh Matthew Broderick.

Baca juga: Iko Uwais Siapkan Proyek Rahasia dengan Sutradara Film Metal Gear Solid

Broderick berperan sebagai profesor sains di perguruan tinggi yang secara tidak sengaja bertemu dan berteman dengan Shmuel, yang dimainkan oleh Geza Rohrig.

Shmuel baru saja ditinggal mati istrinya dan ia ingin mengamati jasad istrinya membusuk untuk membantunya melewati masa duka cita.

"Keduanya hampir tidak bisa mengerti satu sama lain, tetapi pada akhir film penonton akan merasa keduanya saling memahami. Jadi, menurut saya merupakan kisah yang baik untuk diceritakan," kata Broderick mengenai tokoh yang ia dan Rohrig perankan.

Baca juga: Oka Antara: Film seperti Foxtrot Six Belum Tentu Diproduksi 10 Tahun Sekali

Geza Rohrig menganggap hubungan kedua tokoh di film ini lebih dalam dari hubungan antarbudaya.

"Bukan hanya antarbudaya, tetapi juga membahas kematian dan ilmu pengetahuan," ujar Rohrig.

"Saya yakin, semakin kita berpengetahuan, kita akan semakin bertanya-tanya mengenai alam semesta," tambah Rohrig.

Baca juga: Sutradara Peter Jackson Umumkan Pembuatan Film Dokumentar The Beatles

Film To Dust diputar kali pertama pada awal 2019 di Festival Film Tribeca. Shawn Snyder menyutradarai dan menulis film itu, sedangkan naskahnya digali oleh Emily Mortimer.

Mortimer bersama suaminya, Alessandro Nivola, memproduseri film tersebut.
Nivola menganggap pekerjaan produser kebalikan dari akting.

"Bagi kami, menjadi produser semacam kebalikan dari berakting, karena kita menghabiskan waktu untuk mengkhawatirkan orang lain ketimbang diri kita sendiri," tutur Alessandro Nivola.

Baca juga: Para Bintang Film Black Panther Optimistis Akan Ada Sekuel untuk Sang Raja Wakanda

Emily Mortimer menambahkan bahwa menjadi sutradara merupakan peralihan yang cukup menyegarkan.

"Kami juga dipaksa untuk menjadi positif. Sebagai seorang produser, kami harus terus mengatakan kepada setiap orang betapa brilian semuanya, terus memberi semangat, dan mendorong semua orang, sehingga mereka tidak mengeluh. Memaksa kami untuk memberi pengaruh yang positif," ucap Mortimer.

Film To Dust diputar di bioskop-bioskop Amerika mulai 8 Februari 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X